362 Ribu Wisatawan Kunjungi Kota Batu saat Liburan

Meningkatnya jumlah wisatawan berdampak langsung terhadap sektor perhotelan. Tingkat okupansi hotel di Kota Batu mencapai sekitar 75 persen pada hari kerja dan meningkat hingga 90 persen saat akhir pe

Juli 12, 2026 - 16:01
362 Ribu Wisatawan Kunjungi Kota Batu saat Liburan

BATU - Musim libur sekolah membawa angin segar bagi sektor pariwisata Kota Batu. Hingga Minggu (12/7/2026), Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat sebanyak 362.869 wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi wisata.

Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena belum seluruh pelaku usaha menyampaikan laporan kunjungan.

Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan data tersebut dihimpun melalui sistem Fast Application Information Report (FAIR). Hingga saat ini, laporan baru diterima dari sekitar 30 persen pelaku usaha pariwisata.

"Kunjungan wisatawan sementara mencapai 362.869 orang. Ini masih bersifat sementara karena baru sekitar 30 persen pelaku usaha pariwisata yang menyampaikan laporan," katanya.

Berdasarkan data tersebut, sebanyak 332.019 wisatawan mengunjungi berbagai daya tarik wisata, baik wisata alam, wisata buatan maupun wisata edukasi. 

"Sementara itu, sebanyak 29.850 wisatawan tercatat menginap di hotel dan penginapan yang ada di Kota Batu," ungkap dia.

Dirinya optimistis jumlah kunjungan dan perputaran ekonomi selama musim libur sekolah sebenarnya lebih besar dibandingkan data yang telah masuk. 

"Meningkatnya jumlah wisatawan berdampak langsung terhadap sektor perhotelan. Tingkat okupansi hotel di Kota Batu mencapai sekitar 75 persen pada hari kerja dan meningkat hingga 90 persen saat akhir pekan," katanya.

Sebab, aktivitas wisata masih berlangsung hingga akhir pekan sebelum para pelajar kembali masuk sekolah.

"Kami optimistis angka riil perputaran ekonomi di lapangan jauh lebih besar dan akan terus bergerak naik sampai akhir pekan ini karena besok siswa sudah masuk," ujarnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengatakan tingginya tingkat hunian hotel dipengaruhi meningkatnya jumlah keluarga yang memanfaatkan libur sekolah untuk berwisata.

"Saat momen liburan sekolah banyak wisatawan yang mengajak anaknya berlibur. Tarif kamar hotel juga tidak setinggi saat libur Lebaran maupun malam Tahun Baru, sehingga ikut mendorong tingginya okupansi," kata dia.

Selain didukung tarif hotel yang lebih terjangkau, tingginya okupansi juga dipengaruhi kerja sama antara pelaku perhotelan dengan pengelola destinasi wisata melalui paket bundling hotel dan tiket masuk objek wisata. 

"Skema tersebut memberikan nilai tambah bagi wisatawan karena biaya liburan menjadi lebih hemat dengan fasilitas penginapan sekaligus tiket wisata dalam satu paket," tegasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan Kota Batu masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Dengan laporan kunjungan yang masih terus bertambah, jumlah wisatawan selama musim libur sekolah.

"Bila sekarang diperkirakan akan meningkat sekaligus memperkuat geliat ekonomi pariwisata di Kota Batu," ucapnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow