Wamendasmen: Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Pemerataan Pendidikan Nasional

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan Sekolah Rakyat menjadi instrumen pemerataan pendidikan bagi anak keluarga rentan sesuai visi Presiden Prabowo.

Maret 6, 2026 - 15:30
Wamendasmen: Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Pemerataan Pendidikan Nasional

JAKARTA Upaya pemerataan akses pendidikan kembali menjadi sorotan pemerintah. Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi salah satu strategi negara untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga rentan sekaligus memperkuat implementasi nilai keadilan sosial dalam sistem pendidikan nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq saat mengunjungi Sekolah Rakyat Cibadak di Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan kepala sekolah, guru, serta menyapa langsung para siswa di ruang kelas.

Menurut Fajar, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang mencerminkan pelembagaan sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui program ini, negara hadir memastikan anak-anak dari latar belakang ekonomi sulit tetap memiliki kesempatan belajar dan meraih masa depan lebih baik.

“Sekolah Rakyat ini adalah jembatan emas bagi adik-adik yang diinisiasi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya agar kelak menjadi orang hebat yang bisa membanggakan orang tua dan membantu sesama,” ujar Fajar dalam dialog dengan para siswa.

Pendidikan sebagai Jalan Mobilitas Sosial

Dalam kunjungan tersebut, Fajar juga berdiskusi mengenai aktivitas belajar para siswa. Salah satu siswa menjelaskan bahwa mereka tengah mempelajari koding sebagai bagian dari pembelajaran yang diarahkan untuk menyiapkan keterampilan masa depan.

Percakapan itu sekaligus menunjukkan pendekatan pendidikan yang mulai mengintegrasikan literasi digital sejak dini. Di tengah transformasi ekonomi berbasis teknologi, kemampuan seperti koding dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda.

Fajar mengaku terkesan dengan semangat belajar para siswa. Dalam dialog yang berlangsung hangat, sejumlah siswa menyampaikan cita-cita mereka, mulai dari ingin kuliah di perguruan tinggi ternama, menjadi dokter, hingga belajar ke Jepang dan Inggris untuk mendalami industri sepak bola.

“Cita-cita adik-adik ini luar biasa. Jangan pernah ragu bermimpi besar. Terus belajar, karena masa depan bisa diraih oleh siapa saja yang mau berusaha,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga. Menurutnya, karakter dan kebiasaan positif menjadi kunci utama keberhasilan seseorang.

Penguatan Karakter melalui Program Prioritas

Dalam kesempatan yang sama, Fajar juga menegaskan perannya membantu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam menjalankan program prioritas kementerian.

Salah satu program yang didorong untuk diterapkan di Sekolah Rakyat adalah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta Senam Anak Indonesia Hebat. Program ini diarahkan untuk membentuk kebiasaan positif pada siswa, mulai dari kedisiplinan, semangat belajar, hingga penguatan karakter.

Dengan sistem sekolah berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat, menurut Fajar, program pembiasaan tersebut memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Lingkungan Belajar Baru bagi Anak dari Keluarga Rentan

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Cibadak menjelaskan bahwa pada jenjang SMP saat ini terdapat sekitar 100 siswa yang berasal dari berbagai kecamatan di Sukabumi.

Sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi rentan. Namun, sejak mengikuti program Sekolah Rakyat, para siswa mulai menunjukkan perubahan sikap, terutama meningkatnya rasa percaya diri dan motivasi belajar.

Lingkungan belajar yang lebih terstruktur serta dukungan fasilitas pendidikan dari negara menjadi faktor penting yang membantu mereka berkembang.

Menutup kunjungannya, Fajar kembali mengingatkan para siswa untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan yang mereka terima dengan sungguh-sungguh.

“Adik-adik di sini memiliki kesempatan yang sangat berharga. Belajarlah sungguh-sungguh, raih cita-cita setinggi mungkin, dan kelak jadilah orang yang bisa membantu sesama serta memberi manfaat bagi bangsa,” pesannya.

Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen didampingi Wakil Bupati Sukabumi Andreas bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi serta sejumlah pejabat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow