Listrik Sumatera Berangsur Pulih, PLN Fokus Normalkan Penyulang

PLN memastikan gardu induk di Sumbar mulai pulih pascagangguan sistem kelistrikan Sumatera. Pemadaman juga berdampak ke Aceh, Riau, dan Sumut.

Mei 23, 2026 - 10:31
Listrik Sumatera Berangsur Pulih, PLN Fokus Normalkan Penyulang

JAKARTA - Gangguan sistem kelistrikan yang melanda wilayah Sumatera Bagian Tengah dan Utara pada Jumat (22/5/2026) malam menyebabkan pemadaman listrik meluas di sejumlah provinsi. Namun, hingga Sabtu dini hari, proses pemulihan mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat memastikan seluruh gardu induk di wilayah Sumbar telah kembali menyala pascagangguan sistem yang terjadi sejak pukul 18.44 WIB.

General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, mengatakan hingga pukul 05.00 WIB sekitar 60 persen sistem kelistrikan telah berhasil dipulihkan.

“Sampai dengan pukul 05.00 WIB, 60 persen sistem sudah pulih dan kita masih terus mengupayakan agar bisa normal menyala hingga 100 persen,” ujarnya di Kota Padang, Sabtu.

Ratusan Penyulang Masih Dalam Proses Pemulihan

Meski seluruh 21 gardu induk di Sumbar telah aktif kembali, PLN mencatat masih ada 175 penyulang (feeder) yang belum normal dari total 394 penyulang yang ada.

Wilayah terdampak tersebar di sejumlah daerah seperti Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Padang Panjang, Solok, Solok Selatan, Sijunjung hingga Dharmasraya.

Menurut Ajrun Karim, kondisi jaringan tegangan rendah dan menengah secara umum aman. Saat ini petugas fokus melakukan pembebanan di titik-titik penyulang agar distribusi listrik kembali stabil.

“Semua gardu induk sudah menyala, ini tinggal proses pembebanan di masing-masing titik penyulang saja,” katanya.

Dugaan Gangguan Berasal dari Jambi

PLN menyebut gangguan sistem kelistrikan tidak hanya terjadi di Sumbar, tetapi juga berdampak pada wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Riau.

Meski penyebab pasti masih dalam penelusuran, dugaan sementara gangguan berasal dari sistem transmisi di wilayah Jambi.

Manager Komunikasi PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, I Komang Gede Sastrawan, menjelaskan bahwa sistem Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah sempat terpisah sehingga menyebabkan pemadaman total di sejumlah daerah.

“Info sementara pukul 18.44 WIB sistem Sumatera Bagian Utara-Sumatera Bagian Tengah terpisah dan Sumatera Bagian Utara padam total,” ujarnya.

Di Pekanbaru, pemadaman menyebabkan rambu lalu lintas tidak berfungsi dan aktivitas warga terganggu akibat cuaca panas pada malam hari.

Aceh Kerahkan Ratusan Personel

Sementara itu, PLN UID Aceh menyebut proses pemulihan terus dilakukan secara intensif. Hingga Sabtu pagi, sebanyak 17 dari total 21 gardu induk terdampak di Aceh telah berhasil dipulihkan.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengatakan ratusan personel diterjunkan untuk mempercepat penormalan sistem.

“Saat ini tim terus bekerja maksimal untuk memastikan seluruh kelistrikan di Aceh normal kembali setelah pemadaman total akibat gangguan suplai,” ujarnya.

PLN juga memastikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) mulai membantu pemulihan sistem secara bertahap.

Aktivitas Warga Sempat Terganggu

Pemadaman listrik tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mengganggu komunikasi masyarakat. Salah seorang warga Bukittinggi, Asna, mengaku baru merasakan listrik kembali menyala sekitar pukul 03.00 WIB.

Warga lainnya, Ica, menyebut gangguan listrik sempat membuat komunikasi melalui aplikasi WhatsApp terganggu.

“Selama listrik padam saya kesulitan menghubungi keluarga via WhatsApp untuk menanyakan kabar,” katanya.

PLN mengimbau masyarakat tetap tenang dan memantau perkembangan informasi resmi melalui aplikasi PLN Mobile maupun layanan Contact Center 123.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow