Jelang Idul Adha, Pemkot Jogja Pastikan Hewan Kurban di Pasar Tiban Sehat

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban yang dijual di berbagai pa

Mei 23, 2026 - 10:01
Jelang Idul Adha, Pemkot Jogja Pastikan Hewan Kurban di Pasar Tiban Sehat
YOGYAKARTA -

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban yang dijual di berbagai pasar tiban. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat, aman, dan layak dijadikan hewan kurban oleh masyarakat.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik penjualan hewan kurban, di antaranya Pusat Pengadaan Hewan Qurban (PPHQ) Siliran Lor dan PPHQ Siliran Kidul yang telah mengantongi izin operasional resmi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kualitas hewan kurban sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan beribadah kurban.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Yogyakarta, Sri Panggarti, mengatakan pihaknya bersama tim rutin turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan.

“Tim melakukan pemantauan di pasar-pasar tiban guna memastikan hewan yang dijual untuk kebutuhan Idul Adha benar-benar sehat dan layak. Alhamdulillah sekarang para pedagang juga semakin sadar pentingnya memilih hewan yang sehat sebelum dijual,” ujar Sri Panggarti, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Sri Panggarti, hingga saat ini pihaknya telah melakukan sekitar 50 kali pemantauan di berbagai lokasi penjualan hewan kurban. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 titik merupakan pasar tiban yang menjadi fokus pengawasan.

Dalam pemeriksaan tersebut, tercatat sebanyak 1.718 ekor hewan telah diperiksa oleh tim DPP Kota Yogyakarta. Rinciannya terdiri dari 127 ekor sapi, 1.432 ekor domba, dan 159 ekor kambing.

Sri Panggarti menilai kesadaran masyarakat terkait pentingnya kesehatan hewan kurban kini semakin meningkat. Tidak hanya pedagang, para pembeli pun mulai memahami ciri-ciri hewan sehat dan syarat hewan yang memenuhi ketentuan syariat untuk kurban.

“Kalau ada hewan yang mengalami sakit ringan, kami langsung bantu pengobatan di lokasi karena tim juga membawa persediaan obat. Namun jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, akan kami arahkan ke poliklinik hewan. Sampai saat ini alhamdulillah kondisi hewan yang diperiksa mayoritas sehat,” jelas Sri Panggarti.

Sri Panggarti juga menjelaskan beberapa ciri kambing sehat yang penting diketahui masyarakat sebelum membeli hewan kurban. Di antaranya mata terlihat jernih, gerakan aktif dan lincah, nafsu makan baik, kotoran normal, serta area mulut dan hidung bersih tanpa lendir berlebihan. Selain itu, bagian cermin hidung hewan juga harus dalam kondisi lembab atau basah sebagai tanda kesehatan.

Dari hasil pemantauan, hewan-hewan kurban yang dijual di pasar tiban berasal dari berbagai daerah, baik dari wilayah DIY maupun luar daerah. Sementara itu, jenis hewan yang paling banyak dijual didominasi oleh domba.

Pihak DPP Kota Yogyakarta juga mengingatkan para pedagang agar melengkapi izin berjualan serta memastikan seluruh hewan yang dipasarkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal.

“Cara paling mudah memastikan hewan sehat adalah dengan meminta SKKH dari daerah asal hewan tersebut. Itu penting untuk menjamin kondisi kesehatan ternak,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pengawas di PPHQ Siliran Kidul, Agus Sumantoro, mengaku telah menekuni usaha penjualan kambing kurban selama kurang lebih 20 tahun. Tahun ini, PPHQ Siliran Kidul mulai beroperasi sejak 14 Mei dan diperkirakan buka selama hampir dua pekan menjelang Idul Adha.

“Sudah ada tiga ekor yang terjual, tapi memang saat ini pembeli masih belum terlalu ramai dibanding tahun lalu. Kemungkinan karena bertepatan dengan musim sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan harga kambing kurban yang dijual bervariasi, mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor tergantung ukuran dan jenis kambing. Hewan-hewan tersebut didatangkan dari wilayah Muntilan dan sebagian besar menggunakan sistem titip jual dari peternak.

“Kalau tidak laku biasanya dikembalikan lagi ke pemilik. Kami di sini hanya membantu merawat sekaligus menjualkan,” ujarnya.

Untuk tahun ini, pihaknya menyediakan sekitar 60 ekor kambing kurban, sedikit lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang hampir mencapai 70 ekor. Meski demikian, hingga kini sudah ada 16 ekor kambing yang berhasil terjual kepada warga dari berbagai wilayah Kota Yogyakarta. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow