Lidya Indayani Umar Soroti Tren Kenaikan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Cianjur

Kasus kekerasan seksual anak di Kabupaten Cianjur meningkat signifikan. Ketua Yayasan Isteri Binangkit, Lidya Indayani Umar, soroti bahaya child grooming dan temuan kasus baru di Sukaresmi.

April 12, 2026 - 11:31
Lidya Indayani Umar Soroti Tren Kenaikan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Cianjur

CIANJUR - Kondisi perlindungan anak di Kabupaten Cianjur kian memprihatinkan menyusul terus meningkatnya laporan kasus kekerasan seksual. Tren kenaikan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat karena menunjukkan angka yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Praktisi hukum sekaligus Ketua Yayasan Isteri Binangkit Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus tidak hanya terbatas pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Saat ini, kasus persetubuhan terhadap anak yang usianya bahkan belum genap 12 tahun mulai bermunculan," ujar Lidya dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (12/4/2026).

Lidya menegaskan situasi ini merupakan alarm serius. Pihaknya mencatat adanya temuan tiga kasus baru di wilayah Sukaresmi yang saat ini tengah berada dalam pengawasan intensif tim Yayasan Isteri Binangkit.

Waspada Fenomena Child Grooming

Salah satu fenomena yang disoroti tajam adalah maraknya praktik child grooming. Dalam pola ini, pelaku dewasa memanipulasi emosi anak-anak dengan kedok hubungan asmara demi tujuan eksploitasi seksual.

Menurut Lidya, anak-anak sering kali tidak menyadari bahwa mereka sedang dijebak karena menganggap perlakuan pelaku sebagai bentuk perhatian khusus. Kondisi ini kian rumit ketika pelaku berasal dari lingkaran terdekat korban, termasuk anggota keluarga sendiri.

"Rendahnya pemahaman mengenai pendidikan seksual sejak dini membuat anak sulit mengenali ancaman yang datang," jelasnya.

Oleh karena itu, ia mendorong agar materi mengenai edukasi seksualitas—seperti pengenalan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain—mulai diajarkan sejak jenjang PAUD melalui metode yang ringan.

Peran Keluarga dan Lingkungan

Lidya menilai keluarga harus menjadi benteng pertahanan utama dalam melindungi anak. Ia mengingatkan agar orang tua tidak mengabaikan keluhan anak sekecil apa pun.

Selain penguatan internal rumah tangga, peran lingkungan sekitar mulai dari ketua RT, RW, hingga tokoh agama sangat krusial. Lidya mengimbau masyarakat agar tidak membangun opini negatif yang menyudutkan korban atau justru membela pelaku.

Di sisi lain, ia juga mewaspadai pengaruh media sosial yang kerap menjadi pintu masuk interaksi antara anak dengan pelaku kejahatan seksual.

Saat ini, Yayasan Isteri Binangkit bersama aparat kepolisian terus mengawal proses hukum, termasuk menunggu hasil visum dari beberapa laporan yang masuk ke Polres Cianjur.

"Kami menaruh harapan besar agar kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat dapat menekan angka kekerasan seksual dan menciptakan ruang hidup yang aman bagi generasi muda di Cianjur," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow