Menyalip dengan 53 Poin, Morotai Selatan Barat Kunci Juara Umum MTQ ke-IX

Setelah berhari-hari lantunan ayat suci menggema, akhirnya kafilah terbaik Morotai terpilih. Suasana malam itu haru, bangga, dan penuh doa.

Juni 6, 2026 - 08:01
Menyalip dengan 53 Poin, Morotai Selatan Barat Kunci Juara Umum MTQ ke-IX

MOROTAI - Gema takbir masih menggema. Gedung Morotai Islamic Center meledak sorak ketika tirai MTQ ke-IX Kabupaten Pulau Morotai resmi ditutup Jumat (5/6/2026) malam.

Ajang sakral ini bukan sekadar lomba, tapi panggung lahirnya generasi Qur’ani Morotai. Acara penutupan digelar khidmat di Gedung Morotai Islamic Center, Kecamatan Morotai Selatan.

Setelah berhari-hari lantunan ayat suci menggema, akhirnya kafilah terbaik Morotai terpilih. Suasana malam itu haru, bangga, dan penuh doa.

Mewakili Kakemenag, Kasubag TU Musanif Sibua membuka sambutan. Ia mengapresiasi semua peserta.

“Yang juara boleh bergembira, tapi yang belum juara pun tetap kami banggakan. Kalian semua sudah berani tampil, itu kemenangan sejati,” tegasnya.

Musanif Sibua menitipkan pesan keras ke Wakil Bupati dan Sekda. Para juara akan berlaga di MTQ Provinsi Maluku Utara.

“Kalau tidak ada Training Center, kita berkecil hati lagi. Beberapa tahun terakhir tanpa TC hasilnya kurang maksimal. Tahun ini harus beda,” ujarnya.

hadiah juaraSuasana penyerahan hadiah juara 1 umum. Jumat (5) 6/2026).(Foto: Munces For TIMES Indonesia).

ahun 2026 jadi sejarah. Untuk pertama kalinya, semua juara MTQ adalah putra-putri asli Pulau Morotai.

“Ini bukti pembinaan di daerah kita jalan. Terima kasih Camat, KUA, dan Pemda yang terus dorong anak-anak daerah,” tambah Musanif.

Wakil Bupati Rio Christian Pawane naik podium dengan pesan menohok.

“MTQ bukan hanya cari siapa terbaik. Ini syiar Islam, pembinaan umat, dan lahirnya generasi cerdas, spiritual, berakhlak mulia,” katanya. Sorak hadirin mengiyakan.

Atas nama Pemda, Wabup Rio haturkan terima kasih ke LPTQ, dewan hakim, panitia, pembina, pendamping, kafilah, hingga masyarakat. “Tanpa kalian, MTQ ke-IX tak akan tertib dan semeriah ini,” ucapnya.

Wabup Rio menguatkan peserta yang belum meraih juara. “Gagal hari ini bukan akhir. Terus belajar, terus latih diri. Kegagalan adalah anak tangga menuju panggung kemenangan di masa depan,” pesannya penuh emosi.

“Apa yang dibaca dan dilombakan harus hidup di keseharian,” tegas Wabup. Ia berharap nilai Al-Qur’an jadi pondasi masyarakat Morotai yang rukun, damai, penuh kasih sayang, dan jauh dari perpecahan.

Dewan Hakim resmi mengunci hasil lewat SK No. 01/KPTS/DH/MTQ-IX/PM/VI/2026 tertanggal 5 Juni 2026. Ditandatangani Ketua Jaria Pinang dan Sekretaris H. Musanif Sibua. Keputusan final, tidak bisa diganggu gugat.

Persaingan sengit! Morotai Timur unggul di Tartil Putra dan Syarhil Qur’an Putra.

Morotai Selatan Barat mendominasi Hifdzil Qur’an dan Karya Tulis Ilmiah Putri. Morotai Selatan menguasai Khattil Digital Putra dan Murattal Dewasa. Semua kecamatan unjuk gigi.

Hasil akhir rekap poin bikin kaget. Morotai Selatan Barat keluar sebagai Juara Umum I dengan nilai 53. Konsisten di cabang hafalan dan karya tulis jadi kunci mereka menyalip pesaing.

Morotai Timur finish di posisi Juara Umum II dengan nilai 47, berkat kekuatan tartil dan syarhil. Morotai Selatan mengamankan Juara Umum III dengan nilai 29 lewat dominasi cabang digital dan murattal. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow