AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Manusia, TIMES Indonesia Dorong Human Journalism 5.0
TIMES Indonesia menegaskan AI tidak dapat menggantikan sentuhan manusia dalam jurnalistik melalui konsep Human Journalism 5.0 berbasis teknologi dan empati.
MALANG - Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), TIMES Indonesia menegaskan pentingnya mempertahankan sentuhan manusia dalam praktik jurnalistik modern.
Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan Perwakilan Bank Indonesia (BI) se-Kalimantan bersama akademisi dan jurnalis ke kantor redaksi TIMES Indonesia.
Pemimpin Redaksi TIMES Indonesia, Yatimul Ainun, mengatakan bahwa teknologi AI merupakan alat bantu penting dalam transformasi media digital, namun tidak dapat menggantikan empati, verifikasi, dan kedalaman analisis manusia.
“AI membantu mempercepat kerja jurnalistik, tetapi nilai kemanusiaan dalam jurnalisme tetap menjadi fondasi utama,” ujarnya.
Menurutnya, TIMES Indonesia mengembangkan konsep Human Journalism 5.0 melalui perpaduan teknologi digital dengan pendekatan human-centered journalism.
Pendekatan tersebut diterapkan dalam pengembangan Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) berbasis Human-Centered Design (HCD) yang dirancang inklusif untuk seluruh kelompok usia.
Selain itu, TIMES Indonesia juga terus mengembangkan laporan mendalam dan narasi inspiratif guna menghadirkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga memberikan dampak psikologis positif kepada publik.
Koordinator Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Dikky Prayudi, menilai pendekatan tersebut relevan dalam menghadapi perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat di era AI.
“Teknologi harus tetap diarahkan untuk membangun kepercayaan dan optimisme publik,” katanya.
Dalam forum tersebut, peserta juga membahas pentingnya kolaborasi antara media, akademisi, dan institusi publik agar transformasi digital tetap berjalan selaras dengan nilai kemanusiaan dan kredibilitas informasi. (*)
Apa Reaksi Anda?