TIMES Indonesia dan BI Kalimantan Bahas Ancaman Hoaks terhadap Stabilitas Publik
TIMES Indonesia bersama BI se-Kalimantan membahas ancaman hoaks dan pentingnya menjaga ketahanan informasi nasional melalui komunikasi publik yang kredibel.
MALANG - Ancaman hoaks dan disinformasi menjadi salah satu isu utama dalam kunjungan strategis Perwakilan Bank Indonesia (BI) se-Kalimantan bersama akademisi dan jurnalis ke kantor redaksi TIMES Indonesia.
Dalam forum tersebut, peserta membahas derasnya arus informasi digital yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas sosial, ekonomi, hingga kepercayaan publik terhadap pembangunan nasional.
Pemimpin Redaksi TIMES Indonesia, Yatimul Ainun, menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketahanan informasi nasional.
Menurutnya, perang informasi di era digital tidak cukup dilawan hanya dengan kecepatan penyampaian berita, tetapi juga melalui kredibilitas dan verifikasi yang kuat.
Sebagai bagian dari penguatan kredibilitas informasi, TIMES Indonesia aktif dalam ekosistem CekFakta.com untuk melawan misinformasi dan disinformasi yang berpotensi mengganggu ruang publik.
“Kami percaya media harus hadir bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga penjaga kejernihan informasi masyarakat,” ujar Yatimul Ainun.
Koordinator Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Dikky Prayudi, menilai komunikasi publik yang sehat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia menegaskan kolaborasi antara media, akademisi, dan institusi publik perlu terus diperkuat agar masyarakat memperoleh informasi yang kredibel dan tidak mudah terpengaruh hoaks.
Menurut Dikky, kepercayaan publik terhadap informasi menjadi faktor penting dalam menjaga optimisme masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Kunjungan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (AI), disinformasi, dan perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat. (*)
Apa Reaksi Anda?