Siapkan Subsidi DP Rp10 Juta, Pemprov Kalteng Janjikan Program 1000 Rumah Guru Berjalan
Program tersebut disiapkan untuk membantu guru memiliki rumah dengan memberikan subsidi uang muka (DP) sebesar Rp10 juta bagi setiap penerima yang memenuhi persyaratan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) berupaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik melalui Program 1.000 Rumah Guru.
Program tersebut disiapkan untuk membantu guru memiliki rumah dengan memberikan subsidi uang muka (DP) sebesar Rp10 juta bagi setiap penerima yang memenuhi persyaratan.
Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan program tersebut lahir setelah pihaknya menemukan masih ada guru yang belum memiliki rumah sendiri, bahkan terpaksa tinggal di mess karena keterbatasan ekonomi.
"Saya kaget, ternyata ada guru yang tinggal di mess karena belum punya rumah. Saya kemudian berpikir bagaimana caranya supaya mereka bisa memiliki rumah," tutur Reza saat menerima audiensi di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Selasa (7/7/2026).
Menurut Reza, persoalan yang dihadapi bukan semata-mata rendahnya penghasilan guru. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, banyak guru kesulitan memperoleh fasilitas kredit perumahan karena telah memiliki cicilan lain sehingga dinilai tidak memenuhi syarat perbankan.
Berangkat dari kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kalteng menggandeng Bank Kalteng untuk menyusun skema pembiayaan yang lebih mudah diakses guru.
Kerja sama itu kemudian melahirkan Program 1.000 Rumah Guru yang juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam program tersebut, pemerintah memberikan subsidi uang muka sebesar Rp10 juta kepada setiap guru yang dinyatakan memenuhi persyaratan.
"Uang mukanya kita bayarkan Rp10 juta per orang. Jadi yang kita bantu adalah uang mukanya, bukan membayar cicilan rumahnya," ujarnya.
Reza menjelaskan, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara digital melalui aplikasi berbasis web yang dapat diakses langsung oleh para guru.
Melalui sistem tersebut, guru dapat mengajukan permohonan, sementara pemerintah melakukan verifikasi kelayakan sebelum bantuan diberikan.
Menurutnya, digitalisasi dilakukan agar proses seleksi berlangsung transparan dan seluruh guru memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program tersebut.
"Kalau guru membutuhkan rumah, tinggal mendaftarkan diri melalui aplikasi. Setelah itu kita lakukan pengecekan dan verifikasi sesuai persyaratan," katanya.
Ia menegaskan, target pembangunan tidak berhenti pada angka 1.000 rumah. Apabila kebutuhan terus meningkat dan dukungan pembiayaan tersedia, jumlah penerima dapat diperluas.
Selain membantu kepemilikan rumah, pemerintah juga mendorong pembangunan kawasan hunian guru secara terpusat.
Konsep tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat solidaritas antarpendidik, tetapi juga memunculkan pusat-pusat ekonomi baru di sekitar kawasan permukiman.
"Kalau ada sepuluh guru tinggal di satu kawasan, nanti akan tumbuh kebutuhan ekonomi di sekitarnya. Akan ada warung, toko, dan aktivitas ekonomi lainnya. Itu yang kita harapkan," Lanjut dia.
Program 1.000 Rumah Guru menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. (*)
Apa Reaksi Anda?