Konser Denny Caknan Ricuh, Pemkot Surabaya Bakal Evaluasi Total

Konser Denny Caknan dalam rangka soft launching SUBEC Surabaya diwarnai kericuhan hingga pagar pembatas jebol. Wali Kota Eri Cahyadi lakukan evaluasi total.

Juli 7, 2026 - 06:01
Konser Denny Caknan Ricuh, Pemkot Surabaya Bakal Evaluasi Total

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan evaluasi total setelah insiden ricuh dalam konser musik Denny Caknan pada Minggu (5/7/2026) malam. Konser yang digelar dalam rangka Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC) di kawasan eks Hi-Tech Mall THR tersebut diwarnai aksi saling dorong hingga menjebol pagar pembatas.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pihaknya akan mengevaluasi sistem penyelenggaraan acara tersebut. Salah satu poin yang disorot adalah mobilisasi massa penonton yang diduga banyak berasal dari luar Kota Surabaya.

"Jadi evaluasi yang kita lakukan adalah nanti kita lihat. Kegiatan itu sebenarnya kan wadah untuk anak muda Surabaya. Nanti dievaluasi, yang datang kemarin apakah banyak dari luar (kota)," ujar Eri, Senin (6/7/2026).

Eri menjelaskan, Pemkot Surabaya sebenarnya sering menggelar acara hiburan rakyat secara gratis yang berjalan kondusif. Biasanya, panitia menerapkan sistem registrasi untuk mendapatkan gelang tiket guna mengontrol jumlah pengunjung yang masuk ke area lokasi (venue).

Namun, pada konser tersebut, antusiasme warga membuat terjadinya penumpukan massa. Eri menyebut telah menerima laporan mengenai adanya rombongan penonton yang datang menggunakan bus dari luar daerah.

"Tapi kemarin katanya sampai ada (penonton naik) bus. Makanya saya coba tanyakan ke teman-teman yang di lapangan. Saya juga akan meminta keterangan dari anggota DPRD maupun Pak Wakil Wali Kota, kenapa kejadiannya bisa seperti itu, apa penyebab utamanya," kata Eri.

Pemkot Surabaya Tanggung Biaya Medis Korban

Terkait adanya penonton yang mengalami luka-luka akibat berdesak-desakan dan terkena robohan pagar pintu masuk saat memaksa masuk ke dalam, Eri memastikan seluruh korban sudah dievakuasi. Pemkot Surabaya juga menanggung seluruh penanganan medis di rumah sakit milik pemerintah daerah.

"Oh, sudah dibantu dan ditangani oleh Pemerintah Kota. Jadi (korban) sudah kita lakukan tindakan operasi," tandas Eri.

Berdasarkan data dari Polrestabes Surabaya, terdapat 21 korban luka akibat insiden tersebut, termasuk dua di antaranya petugas Babinsa dan PMK. Hingga saat ini, masih ada 12 orang korban luka yang menjalani perawatan di RSUD Dr. Soewandhie. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow