Bukan Sekadar Main Sosmed, Pemuda Tulakan Diajak Jadi Jembatan Digital UMKM dan Petani Pacitan

Pemuda Tulakan didorong memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk pertanian dan UMKM Pacitan, sekaligus membuka peluang kerja jarak jauh dan memperkuat ekonomi desa.

Juli 30, 2026 - 14:51
Bukan Sekadar Main Sosmed, Pemuda Tulakan Diajak Jadi Jembatan Digital UMKM dan Petani Pacitan

PACITAN - Pemuda di wilayah Kecamatan Tulakan didorong untuk bertransformasi dari sekadar pengguna pasif media sosial menjadi jembatan digital bagi pemasaran komoditas pertanian dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal Kabupaten Pacitan. 

Langkah ini diambil guna meningkatkan nilai tambah produk desa agar mampu menembus pasar luar daerah.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan edukasi bertema “Pemuda Melek Digital” yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan Tulakan, Rabu (29/7/2026) malam.

Praktisi Digital, Ridwan Purnomo Aji, menegaskan bahwa kepemilikan telepon genggam di tingkat pemuda harus dioptimalkan untuk fungsi-fungsi produktif, terutama membantu memangkas rantai distribusi produk unggulan Pacitan.

"Teknologi digital dan media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkarya, serta membuka peluang ekonomi dari rumah," ujarnya.

Ridwan menambahkan, saat ini pemuda dapat mengambil peran penting membantu petani dan pelaku usaha lokal melalui pembuatan konten promosi, desain kemasan, hingga pengelolaan pasar digital (marketplace).

"Misalnya ngelive Tik-Tok saat panen ketela, dari penjualan lewat ngonten itu tak jarang justru pengasilannya berlipat-lipat dalam sehari, sudah banyak contohnya," tambahnya.

Perkuat Komoditas Kopi hingga Wacana Terminal Kopi

Salah satu fokus utama penguatan peran pemuda ini menyasar komoditas kopi Pacitan. Melalui keterlibatan generasi muda, hasil panen petani tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah tanpa identitas merek (unbranded), melainkan dikemas secara profesional dan dilengkapi narasi asal-usul produk (storytelling).

Selain urusan promosi, pemuda desa diajak mengelola pendataan digital pertanian. Sistem ini mencakup pemetaan lokasi kebun, perkiraan volume panen, ketersediaan stok, hingga profil kualitas kopi di masing-masing wilayah.

"Pemanfaatan digital ini juga penting untuk mendata petani, lokasi kebun, jumlah tanaman, perkiraan hasil panen, hingga ketersediaan stok secara real-time," kata Ridwan.

Basis data digital tersebut diproyeksikan mendukung gagasan komunitas Nandur Dulur dalam mewujudkan Terminal Kopi, sebuah pusat penampungan dan distribusi terintegrasi yang mempertemukan rantai pasok kopi Pacitan dari hulu ke hilir.

"Data tersebut nantinya menjadi instrumen krusial untuk mempertemukan langsung antara petani, pengolah kopi, pelaku UMKM, kedai, hingga distributor skala besar," jelasnya.

Bekali Keterampilan Kerja Jarak Jauh

Selain sektor pertanian, kegiatan edukasi tersebut membekali pemuda Tulakan dengan literasi ekosistem digital untuk membuka peluang kerja mandiri (remote work). 

Materi yang diberikan meliputi pekerjaan lepas (freelance), pemasaran afiliasi (affiliate marketing), pengelolaan media sosial, serta penawaran jasa melalui platform digital seperti Projects, Sribu, dan Fastwork.

Untuk memastikan pemanfaatan internet berjalan aman, peserta juga dibekali pemahaman mengenai perlindungan data pribadi serta prosedur keamanan digital.

"Di tengah terbukanya peluang ekonomi digital, pemuda harus dibekali pemahaman keamanan data pribadi dan verifikasi KYC agar terhindar dari risiko kejahatan siber saat mengakses platform global," pungkas Ridwan.

Inisiatif kolaboratif antara pemuda, petani, pelaku UMKM, dan pemerintah ini diharapkan mampu menjadikan teknologi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi berbasis perdesaan di Kabupaten Pacitan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow