Libatkan Masyarakat Pesisir, GAMKI Sumba Timur Hijaukan Pantai dengan 2.500 Mangrove
GAMKI Sumba Timur menanam 2.500 bibit mangrove di Pantai Padadita sebagai dukungan terhadap program Indonesia's FOLU Net Sink 2030 dan rehabilitasi ekosistem pesisir.
SUMBA TIMUR - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Sumba Timur menanam 2.500 bibit mangrove sebagai bentuk dukungan terhadap program Indonesia's FOLU Net Sink 2030.
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Timur, Alfred Bartulumeus Tawa, di Pantai Padadita, Kota Waingapu, Sabtu (16/5/2026). Penanaman mangrove ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus mendukung program nasional Indonesia's FOLU Net Sink 2030 melalui kerja sama Indonesia-Norwegia tahap IV.
Alfred menyampaikan apresiasi atas keterlibatan pemuda dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir serta mendukung pengendalian perubahan iklim.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada GAMKI Sumba Timur yang menginisiasi kegiatan ini untuk menjaga ekosistem pesisir. GAMKI Sumba Timur juga menjadi salah satu kelompok penerima hibah yang lolos seleksi nasional bersama lebih dari 302 kelompok di seluruh Indonesia,” ujar Alfred.
Ketua DPC GAMKI Sumba Timur, Askar Unha Njanji, menegaskan bahwa GAMKI hadir tidak hanya sebagai organisasi kepemudaan, tetapi juga bagian dari gerakan sosial dan lingkungan yang terlibat langsung bersama masyarakat.
“GAMKI sebagai organisasi pemuda memiliki kepedulian terhadap kelangsungan ekosistem pesisir yang menjadi benteng alami untuk mengurangi abrasi serta melindungi biota laut,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Alfonsus Nd. Ratukani, menyampaikan terima kasih kepada Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan program Indonesia's FOLU Net Sink 2030 yang telah mempercayakan GAMKI Sumba Timur sebagai penerima dana hibah lingkungan.
Menurut Alfonsus, kepercayaan tersebut menjadi motivasi untuk terus membangun kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir dan lingkungan hidup di Sumba Timur. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun gerakan peduli lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
“Kegiatan penanaman mangrove ini juga melibatkan masyarakat pesisir, nelayan, mahasiswa, dan pemuda sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kawasan pantai dari abrasi, memperkuat ekosistem laut, serta mendukung penyerapan karbon melalui rehabilitasi mangrove,” paparnya. (*)
Apa Reaksi Anda?