Lanal Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Satwa Liar di Pelabuhan Ketapang
TNI Angkatan Laut dari Lanal Banyuwangi bersama Balai Karantina Banyuwangi dan petugas keamanan ASDP Ketapang.
BANYUWANGI - Upaya penyelundupan satwa liar tanpa dokumen resmi berhasil digagalkan oleh gabungan TNI Angkatan Laut dari Lanal Banyuwangi bersama Balai Karantina Banyuwangi dan petugas keamanan ASDP Ketapang.
Pengungkapan tersebut dilakukan saat pemeriksaan di Pelabuhan LCM ASD Ferry Indonesia Cabang Ketapang, Banyuwangi.
Satwa liar jenis burung itu ditemukan di ruang CO2 dek bawah KMP Perkasa Prima yang melayani rute Gilimanuk, Bali–Ketapang, Banyuwangi. Penemuan pada Sabtu (23/5/2026), itu bermula ketika petugas melakukan pemeriksaan rutin di dalam kapal yang baru bersandar di Pelabuhan Ketapang.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah burung yang diduga akan diselundupkan tanpa dilengkapi dokumen resmi.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke Kantor Karantina Banyuwangi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta identifikasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banyuwangi.
Sementara itu, pelaku beserta kendaraan yang digunakan untuk mengangkut satwa liar tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh petugas.
Salah satu burung liar yang berhasil diamankan di Pelabuhan Ketapang. (FOTO: Penlanal for TIMES Indonesia)
Aparat juga terus mendalami kemungkinan adanya jaringan perdagangan satwa liar ilegal yang memanfaatkan jalur penyeberangan Bali–Jawa.
Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, M.Sc., menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh instansi terkait dalam meningkatkan pengawasan wilayah pelabuhan dan jalur penyeberangan.
“Lanal Banyuwangi akan terus bersinergi dengan seluruh instansi terkait dalam meningkatkan pengawasan dan pengamanan jalur penyeberangan guna mencegah segala bentuk tindak pidana, khususnya penyelundupan satwa liar yang dapat merusak kelestarian ekosistem dan melanggar hukum,” kata Letkol Puji, Senin (25/5/2026).
Menurut Letkol Puji, keberhasilan pengamanan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga sumber daya hayati Indonesia sekaligus memperkuat pengawasan keamanan di wilayah perairan Bumi Blambangan.
“Keberhasilan pengamanan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga sumber daya hayati Indonesia serta memperkuat pengawasan di wilayah perairan Banyuwangi,” tutupnya. (*)
Apa Reaksi Anda?