Ulama Muda Bondowoso Dukung Polisi Tindak Tegas Terukur Para Begal dan Maling Kendaraan
Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa Bondowoso, KH. Nawawi Maksum, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas aparat kepolisian dalam memberantas tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.
BONDOWOSO - Merebaknya aksi begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga premanisme jalanan di Jawa Timur menuai keprihatinan dari kalangan ulama dan pesantren.
Bahkan di Bondowoso sendiri, seorang mahasiswi nyaris jadi korban begal dan mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.
Ulama muda sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa Bondowoso, KH. Nawawi Maksum, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas aparat kepolisian dalam memberantas tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.
Menurutnya, aksi kriminal seperti begal dan curanmor saat ini sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan karena tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa masyarakat.
“Mereka tidak hanya merampas harta benda, tetapi juga melukai, mencacati, bahkan membunuh masyarakat. Ini bukan sekadar kriminalitas biasa, tetapi ancaman nyata terhadap ketentraman masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan, bersama para santri, alumni, dan simpatisan pesantren, pihaknya memberikan dukungan mutlak kepada jajaran Jatanras Polda Jawa Timur untuk melakukan penegakan hukum secara tegas, keras, namun tetap terukur.
“Kami mendukung penuh jajaran Jatanras Polda Jatim untuk melakukan tindakan hukum yang paling tegas dan terukur terhadap para pelaku kejahatan jalanan,” katanya.
Kiai Nawawi juga menilai negara tidak boleh kalah menghadapi aksi kriminalitas yang semakin brutal. Menurutnya, aparat penegak hukum harus bertindak tanpa ragu demi mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.
“Negara tidak boleh kalah, aparat tidak boleh ragu. Kami berdiri bersama kepolisian untuk membersihkan Jawa Timur dari segala bentuk kriminalitas yang meresahkan,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan doa dan dukungan moral dari lingkungan pesantren kepada aparat yang bertugas di lapangan.
“Kepada seluruh jajaran Jatanras Polda Jatim, teruslah maju menegakkan keadilan dan melindungi masyarakat. Doa kami bersama para santri selalu menyertai perjuangan aparat di lapangan. Salam Presisi,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Mahasiswi UNEJ asal Desa Jetis, Kecamatan Curahdami Bondowoso itu diduga menjadi korban percobaan begal saat melintas di jalan gelap wilayah Desa Pancoran, Kabupaten Bondowoso, Kamis (21/5/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB ketika Aurel pulang seorang diri dari Jember menuju rumahnya. Kejadian nahas itu membuat korban mengalami luka karena terjatuh setelah kepalanya dihantam benda keras. Bahkan keluarga korban juga mengalami trauma.
Apa Reaksi Anda?