KSM-N 55 UNISMA Berkontribusi Tekan Pernikahan Dini Lewat Sosialisasi di SMP Tlogomulyo
Dalam upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya perencanaan masa depan, mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi-Nusantara Kelompok 55 Universitas Islam Malang
MALANG Dalam upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya perencanaan masa depan, mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi-Nusantara Kelompok 55 Universitas Islam Malang (KSM-N 55 UNISMA) menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan dini di SMP Tlogomulyo, Dusun Gudang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Kamis (12/02/2026).
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya praktik pernikahan usia dini di beberapa wilayah pedesaan yang berpotensi berdampak pada pendidikan, kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi remaja. Melalui sosialisasi ini, KSM UNISMA bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada siswa tentang risiko pernikahan dini serta pentingnya melanjutkan pendidikan.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa pernikahan dini dapat berdampak pada terhentinya pendidikan, ketidaksiapan mental, serta tantangan ekonomi di masa depan. Selain itu, disampaikan pula pentingnya perencanaan hidup, pengembangan potensi diri, dan menjaga pergaulan yang sehat sebagai langkah preventif.
Sosialisasi dikemas secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, serta studi kasus sederhana yang relevan dengan kehidupan remaja. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif menyampaikan pendapat mereka terkait cita-cita serta rencana masa depan.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Dela Azzahroh Nur Hasanah, sebagai pemateri, menegaskan bahwa edukasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap generasi muda. “Remaja adalah aset bangsa. Kami ingin mereka fokus meraih pendidikan dan mempersiapkan masa depan dengan matang sebelum mengambil keputusan besar seperti pernikahan,” ujarnya.
Kepala SMP Tlogomulyo, Bapak Daman Huri, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. “Sosialisasi ini sangat relevan bagi siswa kami. Edukasi seperti ini membantu membuka wawasan mereka agar lebih bijak dalam menentukan pilihan hidup,” tuturnya.
Salah satu siswi kelas IX, Nabila, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Tadi dijelaskan kalau menikah itu butuh kesiapan mental dan ekonomi. Saya jadi ingin fokus sekolah dulu supaya bisa meraih cita-cita,” katanya.
Mahasiswa KSM lainnya, Iman Agus Faisal, menambahkan bahwa pencegahan pernikahan dini tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. “Melalui sosialisasi ini, kami berharap siswa berani bermimpi besar dan memahami bahwa pendidikan adalah investasi masa depan,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif serta menjadi langkah awal membangun kesadaran remaja untuk menunda pernikahan hingga siap secara usia, mental, dan ekonomi. Dengan edukasi yang tepat, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang matang, mandiri, dan berdaya saing. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Dela Azzahroh Nur Hasanah, Mahasiswa KSM-N Kelompok 55 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?