Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Ingatkan 3 Faktor Penyebab Stunting
Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Ning Hana mengingatkan tiga faktor utama penyebab stunting dalam program Gema Pitu sebagai upaya percepatan penurunan stunting.
MOJOKERTO - Pemkab Mojokerto terus memperkuat percepatan penurunan angka stunting melalui Gerakan Percepatan Penurunan Stunting (GERCEP) yang dikemas dalam program Gema Pitu (Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu). Program ini menjadi upaya memperluas edukasi dan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat hingga tingkat desa.
Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarra atau Ning Hana, mengingatkan masyarakat mengenai tiga faktor utama yang menjadi penyebab stunting, yakni pola makan, pola asuh orang tua, dan lingkungan yang berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Tiga penyebab stunting yang perlu diketahui masyarakat yaitu terletak pada pola makan, pola asuh orang tua, hingga lingkungan yang berkaitan dengan perilaku hidup sehat," ujar Ning Hana saat kegiatan sosialisasi di Kantor Kepala Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, melalui Gema Pitu pemerintah berupaya menghadirkan edukasi sekaligus memperkuat layanan posyandu terpadu agar masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa.
Menurut Ning Hana, peran posyandu saat ini juga mengalami perkembangan. Layanan posyandu tidak lagi hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi mulai terintegrasi dengan berbagai bidang lainnya.
"Saat ini posyandu tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga pada bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas), hingga bidang sosial," katanya.
Usai kegiatan sosialisasi, Ning Hana meninjau sejumlah layanan yang disediakan, mulai dari posyandu, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan balita, hingga pemantauan tumbuh kembang anak di PAUD Desa Tawangrejo. Pada kesempatan itu, ia juga memberikan edukasi terkait pemenuhan gizi keluarga dengan mengenalkan berbagai menu makanan sehat yang dapat diolah secara sederhana di rumah.
Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas P2KBP2 Kabupaten Mojokerto. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan layanan di lapangan serta pendataan sasaran yang mencakup 35 lansia, 19 ibu balita, dan satu ibu hamil.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat guna menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting. (*)
Apa Reaksi Anda?