Dampak Banjir Demak, 12 Rumah Warga Hanyut Terbawa Arus
Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Demak mengakibatkan 12 rumah hanyut dan ribuan warga mengungsi. BPBD kini fokus pada pembersihan lumpur dan distribusi logistik.
DEMAK Bencana banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di enam titik, menimbulkan dampak kerusakan yang cukup parah. Selain merendam permukiman, derasnya arus banjir Demak dilaporkan menghanyutkan 12 rumah warga dan merusak belasan rumah lainnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Suprapto, mengonfirmasi bahwa belasan rumah yang hanyut tersebut berada di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur. Lokasi tersebut merupakan titik terdekat dengan jebolnya tanggul pada Jumat (3/4) lalu.
"Belasan rumah warga yang hanyut berada di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak yang berlokasi dekat dengan jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Jumat (3/4)," ujar Suprapto, Senin (6/4/2026).
Berdasarkan data BPBD, selain 12 rumah yang hanyut, tercatat enam rumah mengalami rusak berat dan sembilan rumah rusak ringan. Secara keseluruhan, terdapat 27 rumah warga yang terdampak langsung secara fisik. Saat ini, warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Upaya Pemulihan dan Penyaluran Bantuan
Seiring dengan surutnya genangan air sejak Minggu, Tim BPBD Demak bersama relawan mulai melakukan langkah pemulihan. Fokus utama hari ini adalah pembersihan akses jalan desa dari sisa-sisa lumpur yang dibawa banjir.
Truk tangki air milik BPBD yang sebelumnya digunakan untuk mendistribusikan air bersih, kini dialihkan fungsinya untuk menyemprot lumpur di jalan agar aktivitas warga dapat kembali normal.
Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) Kabupaten Demak, Agus Herawan, menyatakan bahwa bantuan logistik berupa sembako telah disalurkan kepada warga terdampak. Prioritas diberikan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat terseret arus.
Data Dampak Banjir
Secara teknis, banjir ini dipicu oleh kerusakan tanggul di dua desa. Di Desa Trimulyo terdapat tiga titik tanggul jebol dengan panjang antara 10 hingga 30 meter. Sementara di Desa Sidoharjo, terdapat tiga titik kerusakan dengan panjang rata-rata 15 meter.
Bencana ini memberikan dampak luas bagi masyarakat sekitar. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 2.116 rumah dan 7.606 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.839 warga yang tersebar di sembilan desa dari empat kecamatan terpaksa harus mengungsi. (*)
Apa Reaksi Anda?