Johan Rosihan Ajak Generasi Muda Belajar Kepemimpinan Melalui Kurban
Johan Rosihan menegaskan ibadah kurban tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, empati, dan kepemimpinan generasi muda melalui keterlibatan langsung dalam pelayan
SUMBAWA BESAR - Ibadah kurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan spiritual, tetapi juga sarana membangun karakter, kepedulian sosial, dan jiwa kepemimpinan generasi muda. Pandangan tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan, saat mendampingi Delegasi Sekolah Pilar Muda dalam kegiatan pemotongan dan penyaluran hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah di Rumah Aspirasi Johan Rosihan, Sumbawa Besar, Jumat (29/5/2026).
Dalam kegiatan itu, para delegasi terlibat langsung dalam seluruh rangkaian proses kurban, mulai dari penyembelihan hewan, pengemasan daging, hingga pendistribusian kepada masyarakat di Kelurahan Seketeng dan Kelurahan Pekat, Kabupaten Sumbawa.
Menurut Johan Rosihan, keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial semacam itu merupakan bentuk pembelajaran kepemimpinan yang efektif karena memberikan pengalaman nyata tentang pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.
“Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan kepada generasi muda karena mereka adalah calon pemimpin masa depan bangsa. Kita ingin mereka tumbuh bukan hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki empati dan keberpihakan kepada masyarakat,” ujarnya.
Johan menilai pembangunan bangsa tidak cukup hanya bertumpu pada investasi fisik dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, investasi terpenting adalah membangun kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.
Di tengah perkembangan era digital yang berlangsung cepat, lanjutnya, generasi muda membutuhkan lebih banyak ruang pembelajaran yang menghadirkan pengalaman langsung di tengah masyarakat. Karena itu, kegiatan sosial seperti penyaluran kurban dapat menjadi media untuk menumbuhkan kepekaan sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan persaudaraan dan solidaritas.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh para delegasi Sekolah Pilar Muda melalui kegiatan kurban tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan kepemimpinan mereka di masa mendatang.
Menurut Johan, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki komitmen untuk hadir di tengah masyarakat serta mampu menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan bangsa.
“Kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang dekat dengan rakyat, memahami kebutuhan masyarakat, serta mampu menjadikan nilai-nilai kepedulian dan pengabdian sebagai fondasi kepemimpinannya. Semangat kurban harus menjadi semangat berbagi, melayani, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa,” kata Johan Rosihan. (*)
Apa Reaksi Anda?