Jateng Matangkan MTQ Nasional 2026, Fokus pada Akses Transportasi dan Kesiapan 13 Venue

Pemprov Jateng dan Kemenko PMK matangkan persiapan MTQ Nasional 2026 di Semarang. Fokus pada transportasi, extra flight, dan kesiapan 13 venue untuk 8.000 peserta.

April 29, 2026 - 19:31
Jateng Matangkan MTQ Nasional 2026, Fokus pada Akses Transportasi dan Kesiapan 13 Venue

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mempercepat pematangan teknis penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026. Koordinasi ini menitikberatkan pada kesiapan infrastruktur, transportasi, serta sinkronisasi lintas kementerian menjelang pelaksanaan di Kota Semarang, September 2026.

Rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (29/4/2026), menjadi forum untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dapat terpenuhi sejak awal, mengingat skala kegiatan yang melibatkan ribuan peserta dari seluruh provinsi.

Menteri Koordinator PMK, Pratikno, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penuh pelaksanaan MTQ Nasional. Menurutnya, pola koordinasi lintas sektor yang selama ini diterapkan dalam agenda besar nasional akan dioptimalkan kembali.

“Pemerintah pusat siap memberikan dukungan penuh. Koordinasi seperti ini sudah menjadi bagian dari pengalaman kami, termasuk pada penyelenggaraan haji, mudik, hingga PON,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa tahapan persiapan di tingkat daerah telah berjalan sejak awal tahun. Sejumlah aspek administratif, seperti Surat Keputusan kepanitiaan, tema, logo, hingga maskot kegiatan, telah diselesaikan.

“Saat ini kami memasuki tahap penentuan event organizer untuk mendukung pelaksanaan kegiatan,” kata Taj Yasin.

Ia menambahkan, meski kesiapan daerah relatif terkendali, dukungan pemerintah pusat tetap dibutuhkan, terutama terkait aksesibilitas antar lokasi kegiatan. Sebanyak 13 venue yang tersebar di Kota Semarang memerlukan dukungan mobilitas yang memadai bagi peserta dan panitia.

Taj Yasin meminta adanya koordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk penambahan frekuensi penerbangan menuju Bandara Ahmad Yani, serta dukungan armada transportasi darat untuk mobilisasi antar-venue.

“Kami berharap ada tambahan penerbangan bagi kafilah dari berbagai daerah, serta dukungan transportasi untuk menunjang mobilitas di 13 lokasi kegiatan,” ujarnya.

Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menyebut jumlah peserta MTQ Nasional 2026 diperkirakan mencapai sekitar 8.000 orang. Skala tersebut menjadi tantangan tersendiri, khususnya pada sektor transportasi udara.

“Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan adanya penambahan penerbangan menuju Semarang,” kata Warsito.

Selain itu, koordinasi juga akan dilakukan dengan maskapai penerbangan, termasuk Garuda Indonesia dan operator lainnya, guna memastikan ketersediaan jadwal yang memadai bagi peserta dari seluruh Indonesia.

Pemerintah pusat juga membuka peluang keterlibatan badan usaha milik negara (BUMN) untuk mendukung penyelenggaraan, baik dari sisi teknis maupun promosi kegiatan.

“Dukungan BUMN akan kami dorong, mengingat Jawa Tengah memiliki daya tarik kuat sebagai tuan rumah event nasional,” ujar Warsito.

MTQ Nasional XXXI tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11–20 September 2026 di Kota Semarang. Pembukaan dan penutupan akan digelar di Lapangan Simpang Lima, sementara rangkaian kegiatan lain, seperti Malam Ta’aruf dan pameran, dipusatkan di kawasan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Adapun pelaksanaan lomba akan tersebar di sejumlah lokasi, antara lain Lapangan Simpang Lima, Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, serta beberapa gedung di lingkungan Universitas Diponegoro dan instansi pemerintah lainnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow