Jalan Rusak Sekitar Pondok Tremas Pacitan Bikin Cemas, Warga Desak Perbaikan Permanen
Warga dan pemerintah desa mendesak Pemkab segera turun tangan melakukan perbaikan permanen pada 2026, bukan sekadar tambal sulam.
PACITAN - Jalan kabupaten di sekitar Perguruan Islam Pondok Tremas, Arjosari, Kabupaten Pacitan, kondisinya rusak parah dan berlubang.
Warga dan pemerintah desa mendesak Pemkab segera turun tangan melakukan perbaikan permanen pada 2026, bukan sekadar tambal sulam seperti yang selama ini dilakukan.
Kerusakan itu bukan persoalan sepele. Jalur tersebut menjadi satu-satunya akses vital warga mulai dari aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, hingga jalur menuju kawasan wisata religi Gunung Lembu Pondok Tremas.
Sehari-hari, jalan penghubung antar desa dan kecamatan ini dilalui berbagai jenis kendaraan. Namun kondisinya jauh dari kata layak.
Aspal mengelupas, permukaan bergelombang, dan lubang menganga di banyak titik.
Saat hujan turun, situasinya makin berbahaya. Lubang tertutup genangan air, sulit terlihat pengendara, terutama di malam hari.
“Parah jalanya penuh lubang. Pas hujan becek banget, roda motor kerap masuk, saya aja nyaris terjungkal, apalagi kalau malam hari,” ujar pengendara, Sigit Santoso (33), Selasa (22/4/2026).
Pengendara Jadi Korban, Motor Tak Tahan
Keluhan juga datang dari kalangan pendidik yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Kondisi jalan yang rusak berdampak langsung pada kendaraan mereka.
Guru Madrasah Aliyah Pondok Tremas, Alis Maulana, mengaku harus sering mengganti komponen motornya.
“Ia kerap ganti shock belakang motornya lantaran melewati jalan sekitar pondok. Ia berharap segera ada perbaikan supaya tidak memakan korban,” katanya.
Bukan hanya merusak kendaraan, kondisi ini juga dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan jika terus dibiarkan.
Sementara itu, Kepala Desa Tremas, Nur Hadi, menyebut kerusakan jalan tersebar di puluhan titik. Mulai dari pintu masuk desa hingga perbatasan wilayah barat.
Ia mengaku sudah mengajukan permohonan perbaikan sejak bulan puasa lalu. Respons dari dinas terkait memang ada, namun masih sebatas penanganan sementara.
“Saya sudah ajukan surat permohonan perbaikan pada bulan puasa kemarin," ujar Nur Hadi.
"Terus pagi ini pas kerja bakti, saya ditelepon Pak Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Pacitan, Imam Safid, tim PU merapat ke Tremas mengerjakan penambalan sementara, tambal-tambalan,” sambungnya.
Menurutnya, titik yang ditangani saat ini merupakan bagian paling parah, mulai dari akses masuk perempatan Arjosari hingga keluar wilayah Desa Tremas. Termasuk badan jalan yang ambles di sisi barat desa.
Meski ada penanganan awal, warga berharap pemerintah tidak berhenti pada tambal sulam. Mereka ingin perbaikan menyeluruh yang lebih tahan lama.
“Kalau permanen belum. Yang ditambal tadi masukan kami ke PU bagian paling parah,” kata Nur Hadi.
"Harapan kami mewakili warga, akses jalan vital tahun ini bisa dilaksanakan peremajaan jalan permanen, syukur dikasih hotmix biar nyaman buat nyambut tamu, pejabat negara ke Pondok Tremas," imbuhnya.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Selain sebagai urat nadi aktivitas warga, jalur tersebut juga kerap dilalui tamu penting mulai pejabat daerah hingga nasional yang berkunjung ke Pondok Tremas, salah satu pesantren besar dan bersejarah di Indonesia. (*)
Apa Reaksi Anda?