Waspada, Ini Tiga Penyebab Lonjakan DBD di Majalengka Saat Musim Pancaroba

Warga Kota Angin diminta meningkatkan kewaspadaan, menyusul potensi lonjakan kasus yang kerap terjadi di masa perubahan cuaca ini.

April 28, 2026 - 17:03
Waspada, Ini Tiga Penyebab Lonjakan DBD di Majalengka Saat Musim Pancaroba

MAJALENGKA - Peralihan musim hujan menuju kemarau atau yang dikenal sebagai pancaroba kembali menjadi periode rawan bagi meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), termasuk di Kabupaten Majalengka.

Warga Kota Angin diminta meningkatkan kewaspadaan, menyusul potensi lonjakan kasus yang kerap terjadi di masa perubahan cuaca ini.

Melalui unggahan resmi di akun Instagram Dinas Kesehatan Majalengka, dijelaskan bahwa terdapat tiga faktor utama yang memicu peningkatan kasus DBD saat pancaroba.

Ketiga faktor ini berkaitan erat dengan lingkungan, iklim, serta kondisi daya tahan tubuh masyarakat. Alasan pertama adalah munculnya genangan air yang menjadi "rumah baru" bagi nyamuk.

Saat musim hujan yang tidak menentu, air kerap mengendap di berbagai tempat seperti pekarangan, sampah plastik, kaleng bekas, hingga wadah terbuka lainnya. 

Kondisi ini menjadi lokasi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Faktor kedua berkaitan dengan suhu dan kelembapan udara yang cenderung hangat dan tinggi.

Kondisi ini mempercepat siklus hidup nyamuk, dari telur hingga dewasa, sehingga populasi nyamuk meningkat drastis dalam waktu singkat. Situasi tersebut membuat risiko penularan virus dengue semakin tinggi di tengah masyarakat.

Sementara itu, alasan ketiga adalah menurunnya imunitas tubuh. Perubahan cuaca yang ekstrem saat pancaroba membuat tubuh harus beradaptasi lebih keras.

Akibatnya, daya tahan tubuh menurun dan masyarakat menjadi lebih rentan terhadap infeksi, termasuk virus penyebab DBD.

Dinas Kesehatan Majalengka juga mengingatkan bahwa meskipun musim hujan sering dianggap sebagai periode utama berkembangnya nyamuk, justru masa pancaroba bisa menjadi waktu paling berisiko jika lingkungan tidak dijaga dengan baik.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan gerakan 3M Plus secara konsisten. Mulai dari menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, hingga mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air. 

Selain itu, perlindungan tambahan seperti penggunaan lotion anti nyamuk, pemasangan kawat kasa, serta memelihara ikan pemakan jentik juga dianjurkan.

"Menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci utama mencegah DBD," tulis Dinkes Majalengka dalam imbauannya, Selasa (28/4/2026)

Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi warga, diharapkan lonjakan kasus DBD di Majalengka selama pancaroba dapat ditekan, sehingga ancaman penyakit mematikan ini tidak semakin meluas. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow