Iran Bersiap Keluarkan Senjata Modern untuk "Hajar" AS-Israel

Iran bersiap keluarkan senjata modern yang belum digunakan di medan perang untuk "menghajar" dua negara yang memeranginya, Amerika Serikat dan Israel.

Mei 22, 2026 - 12:01
Iran Bersiap Keluarkan Senjata Modern untuk "Hajar" AS-Israel

JAKARTA - Iran bersiap keluarkan senjata modern yang belum digunakan di medan perang untuk "menghajar" dua negara yang memeranginya, Amerika Serikat dan Israel, bila kedua negara ini melanjutkan agresinya.

Sementara itu Amerika Serikat dan Israel terus menerus mengancam dan mengultimatum Iran akan diserang bila tidak "mematuhi" permintaan Amerika Serikat.

Namun Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menegaskan, bahwa penggunaan bahasa ancaman dan ultimatum terhadap negaranya tidak akan efektif dan justru menggelikan.

Menurutnya, menggunakan bahasa ultimatum dan tenggat waktu terhadap Republik Islam Iran adalah hal yang menggelikan dan tekanan semacam itu tidak akan pernah berhasil.

Terlepas dari perilaku mengancam dan segala macam tekanan politik dan militer, Iran dengan serius menempuh jalannya untuk mengamankan kepentingan nasionalnya dan mewujudkan hak-haknya yang sah.

Sementara itu sebuah sumber militer di Iran mengatakan, bahwa  keberadaan senjata modern yang belum pernah digunakan untuk berperang dengan AS dan Israel itu bahkan belum pernah diuji coba.

Sumber militer tersebut mengatakan kepada media Rusia, RIA Novosti, bahwa Iran memiliki senjata modern yang belum digunakan di medan perang dalam konflik dengan AS dan zionis Israel.

"Kami telah memproduksi senjata modern di dalam negeri yang belum digunakan di medan perang dan belum diuji secara praktis,” kata sumber tersebut saat mengomentari kesiapan Iran untuk menghadapi terulangnya agresi oleh Amerika Serikat dan zionis Israel.

Sumber tersebut menandaskan, bahwa Iran sama sekali tidak menghadapi kekurangan dalam hal fasilitas dan peralatan pertahanan.

“Dalam hal peralatan dan kapasitas pertahanan, kami tidak kekurangan apa pun yang akan menghalangi negara untuk mempertahankan diri. Kali ini, kami tidak berniat untuk menahan diri," ujarnya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu sebagai reaksi terhadap ancaman permusuhan baru-baru ini, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa setiap agresi baru terhadap Iran akan memperluas konflik di luar kawasan, menekankan bahwa Republik Islam belum menggunakan semua kemampuannya selama konfrontasi baru-baru ini dengan musuh-musuhnya yakni  Amerika Serikat dan zionis Israel.

IRGC menyatakan bahwa AS dan zionis Israel telah gagal belajar dari kekalahan strategis berulang kali mereka saat melawan Republik Islam Iran.

“Musuh-musuh Amerika-zionis Israel, yang gagal mengambil pelajaran dari kekalahan strategis besar dan berulang mereka melawan Revolusi Islam dan sekali lagi menggunakan ancaman, harus tahu bahwa meskipun mereka menyerang kami menggunakan seluruh kemampuan dua tentara termahal di dunia, kami tidak menggunakan seluruh kekuatan Revolusi Islam Iran terhadap mereka," bunyi pernyataan tersebut.

"Namun sekarang, jika agresi mereka terhadap Iran diulangi lagi, maka perang regional yang telah dijanjikan kali ini akan meluas melampaui kawasan ini, dan pukulan telak kami akan menghancurkan mereka di tempat-tempat yang tidak kalian bayangkan sebelumnya," demikian peringatan yang disampaikan Iran terhadap musuh-musuhnya yang harus darah tersebut.

"Kami adalah prajurit, dan Anda akan melihat kekuatan kami di medan perang, bukan dalam pernyataan kosong dan halaman-halaman virtual," tegas IRGC mengingatkan Amerika Serikat dan rezim zionis Israel.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian Kamis kemarin juga memuji militer Iran karena menunjukkan kesiapan operasional dan daya jera yang tinggi dalam upaya menghadapi  Amerika Serikat dan zionis Israel dalam menjalankan "tujuan jahatnya selama perang.

Dalam pertemuan dengan Panglima Angkatan Darat Mayjen Amir Hatami, Pezeshkian memuji keberanian, pengorbanan, dan kinerja luar biasa angkatan bersenjata dalam menghadapi agresi dan invasi Amerika Serikat dan Israel. 

Ia menggambarkan peran tentara dalam mengamankan keamanan nasional, menjaga integritas wilayah, dan meningkatkan pencegahan defensif sebagai hal yang menentukan dan strategis.

Pezeshkian juga mengatakan, angkatan bersenjata, khususnya "tentara yang setia, populer, dan revolusioner", menunjukkan kesiapan operasional yang tinggi, dominasi intelijen, kohesi komando, dan kemampuan tempur yang efektif. 

Apalagi Iran sendirian saat ini juga bersiap keluarkan senjata modernnya yang belum digunakan di medan perang untuk "menghajar" dua negara yang memeranginya, Amerika Serikat dan zionis Israel. (*) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow