Hujan Es Guyur Kota Malang, BMKG: Akibat Pemanasan Ekstrem dan Transisi Musim
Fenomena hujan es terjadi di Kota Malang pada Kamis (9/4/2026) siang, di tengah cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang. Peristiwa ini sontak menarik perhatian warga dan ramai dibagika
MALANG - Fenomena hujan es terjadi di Kota Malang pada Kamis (9/4/2026) siang, di tengah cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang. Peristiwa ini sontak menarik perhatian warga dan ramai dibagikan di media sosial.
Salah satu lokasi yang terdampak adalah kawasan Sawojajar. Dalam video yang beredar, terlihat seorang warga merekam langsung momen saat butiran es jatuh di halaman rumahnya.
“Wah hujan es, iyaaa hujan es,” ujar warga dalam rekaman tersebut.
Selain Sawojajar, fenomena serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Sulfat. Warga setempat, Putu, mengaku hujan es turun bersamaan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi sekitar pukul 12.30 WIB.
“Iya tadi sekitar jam 12 atau jam 1 pas hujan deras-derasnya,” kata Putu.
Ia mengaku sempat melihat langsung butiran es berukuran kecil jatuh di depan rumahnya. Suara benturan es di atap rumah pun terdengar cukup jelas.
“Ya kecil-kecil gitu. Kena atap ya lumayan suaranya. Terus saya lihat ke depan beneran hujan es,” ucapnya.
Menanggapi fenomena tersebut, Prakirawan BMKG Jawa Timur, Linda Fitrotul, menjelaskan bahwa hujan es merupakan kejadian yang umum terjadi saat masa peralihan musim.
“Hujan es ini sering terjadi ketika masa peralihan,” ujar Linda.
Ia menjelaskan, hujan es terbentuk dari awan Cumulonimbus yang muncul akibat pemanasan terik pada siang hari. Pada fase tertentu, awan tersebut mengalami proses pendinginan ekstrem yang memungkinkan terbentuknya partikel es.
“Awan Cumulonimbus pada tahap matang mengalami kedinginan ekstrem sehingga berpotensi turun dalam bentuk partikel es. Namun, tidak semua awan ini menghasilkan hujan es,” jelasnya.
Lebih lanjut, Linda menegaskan bahwa fenomena hujan es biasanya bersifat lokal dan berlangsung dalam waktu singkat.
“Fenomena ini sangat lokal dan durasinya singkat. Kejadian seperti ini lumrah terjadi pada masa peralihan musim,” pungkasnya.
Apa Reaksi Anda?