Serigala Kabur dari Kebun Binatang di Korea Selatan, Pemerintah Tutup Sekolah
Serigala jantan lepas dari Kebun Binatang O-World di Daejeon, Korea Selatan. Pencarian melibatkan 300 personel, sekolah ditutup, dan proyek revitalisasi Rp3,8 triliun menuai kritik.
JAKARTA - Pihak Kebun Binatang O- World. Kota Daejeon, Korea Selatan, melaporkan lepasnya seekor serigala jantan ke pihak berwajib pada Rabu (8/4/2026) waktu setempat. Laporan mengejutkan ini memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan ratusan personel dan tutupnya sekolah di sekitar area pencarian demi alasan keselamatan,sekaligus memicu sorotan terhadap proyek revitalisasi O-World senilai miliaran Won.
Menurut otoritas setempat, serigala jantan berusia dua tahun itu dilaporkan menghilang pada pukul 09.15 waktu setempat, sebelum kebun binatang dibuka untuk umum. Pihak pengelola Kebun Binatang O-World kemudian melakukan pencarian internal di area kebun binatang. Ketika rekaman CCTV ditelusuri, mereka menemukan bahwa serigala tersebut berhasil melarikan diri setelah menggali tanah bagian bawah kandangnya.
Pihak kebun binatang langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Pihak pengelola kebun binatang dengan cepat menutup sementara kebun binatang untuk mendukung proses pencarian satwa liar yang berbahaya tersebut.
Pencarian melibatkan 300 personel yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, polisi, personel militer, serta staf kebun binatang. Otoritas setempat juga sempat mengerahkan drone berkamera untuk menyisir area sekitar, namun upaya tersebut terkendala hujan.
Foto yang memperlihatkan serigala berkeliaran disepanjang jalan diluar area kebun binatang, menuju area taman (Dinas Pemadam Kebakaran Daejeon)
Seiring pencarian berlangsung hingga Kamis (9/4/2026), sebuah sekolah dasar di dekat lokasi, Daejeon Sanseong elementary School, dilaporkan diliburkan sementara sebagai langkah antisipasi keselamatan siswa dan pengajar.
Kasus ini melanda kepanikan di Kota Daejeon sekaligus memicu kritik terhadap rencana revitalisasi besar-besaran taman hiburan tersebut. Pemerintah Kota Daejeon sebelumnya mengumumkan pengalokasian dana untuk investasi ke Kebun Binatang O-World untuk mengubahnya menjadi taman hiburan utama di Kota itu. Dana investasi yang dikerahkan untuk proyek perluasan safari dan penambahan atraksi baru mencapai 330 miliar won atau mencapai 3,8 Triliun Rupiah.
Namun setelah kejadian kaburnya seekor serigala tersebut, publik menilai proyek tersebut perlu dievaluasi ulang. Salah satu kelompok aktivis Daejeon-Chungnam Green Alliance mengkritik konsep itu karena dinilai kurang mementingkan tanggung jawab ekologis. Mereka juga mengkritik dibangunnya sebuah penginapan di dekat kandang hewan predator karena selain beresiko untuk wisatawan, hal ini juga dinilai mengabaikan kesehatan mental satwa karena risiko stres dan menyebabkan munculnya perilaku abnormal hewan dalam penangkaran.
Hingga kini, pemerintah setempat belum mengatakan apapun lebih lanjut. Walaupun begitu, insiden ini membuka kembali diskusi tentang etika terhadap satwa dibawah ambisi besar Pemerintah untuk ekspansi wisata. (*)
Pewarta: Annisa Maghzar Vidyantoro
Apa Reaksi Anda?