HJKS ke-733: Armuji Tegaskan Komitmen Penguatan UMKM dan Pelayanan Publik Surabaya
Menandai HJKS ke-733, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menegaskan komitmen penguatan UMKM, penanganan banjir, hingga respons cepat birokrasi terhadap aduan warga.
SURABAYA - Memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendongkrak perekonomian masyarakat serta menjaga stabilitas sosial kota.
Pria yang akrab disapa Cak Ji ini menekankan bahwa sinergi antara penguatan ekonomi kreatif dan respons cepat terhadap pelayanan publik menjadi kunci utama Surabaya untuk terus berkembang.
Di tengah dinamika kondisi global saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkomitmen memberikan dukungan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Cak Ji berharap gerakan ekonomi kerakyatan ini dapat bergulir secara lebih masif untuk memastikan stabilitas ekonomi di tingkat bawah.
"Harapan Pemerintah Kota Surabaya adalah ikut membangkitkan ekonomi melalui pergerakan UMKM agar semakin masif dan meningkat. Dengan kondisi global saat ini, pemerintah kota harus memberikan dukungan penuh kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif," ujar Cak Ji saat ditemui usai resepsi HJKS di Balai Kota, Minggu (31/5/2026).
"Langkah ini penting agar semangat teman-teman di bawah tetap terjaga, tetap produktif, efisien, dan konsisten memproduksi produk-produk yang mereka hasilkan," tambahnya.
Lebih lanjut, Cak Ji merefleksikan perkembangan Kota Surabaya yang tidak lepas dari kokohnya pengamalan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari, sehingga melahirkan harmoni di tengah keberagaman suku, ras, dan agama.
"Nilai-nilai Pancasila itu mencerminkan kebinakaan di Surabaya. Kita bisa melihat sendiri bagaimana warga kota memiliki tingkat toleransi yang cukup tinggi, saling menghargai, dan saling mengayomi. Jika seluruh elemen masyarakat kompak dan mendasari kehidupan pada sila-sila dasar negara, maka Surabaya akan semakin hebat," ungkapnya.
Menjawab tantangan mengenai pekerjaan rumah (PR) yang dihadapi Kota Surabaya, Cak Ji menjelaskan bahwa Pemkot terus menyusun skala prioritas berdasarkan masukan langsung dari masyarakat, baik melalui media sosial maupun saluran komunikasi lainnya.
Beberapa poin yang menjadi konsentrasi Pemkot Surabaya antara lain kebersihan lingkungan, baik menjaga dan melestarikan kebersihan di area publik maupun taman-taman kota.
"Selain itu, penanggulangan banjir. Menyelesaikan persoalan genangan di beberapa titik yang belum tuntas," katanya.
Sidak Berbasis Laporan, Bukan Pencitraan
Dikenal kerap turun langsung ke lapangan, Cak Ji menegaskan bahwa aksi inspeksi mendadak (sidak) yang ia lakukan murni didasari oleh aduan masyarakat, baik yang masuk ke nomor WhatsApp pribadinya maupun yang diunggah di media sosial. Ia menampik anggapan bahwa langkah tersebut dilakukan demi popularitas semata.
"Sidak itu dasarnya adalah laporan warga, bukan cari-cari alasan untuk pencitraan. Tidak begitu. Setiap ada laporan, seperti kasus juru parkir liar kemarin, langsung kita pastikan ke lapangan untuk mengecek kebenarannya. Meskipun ada yang laporannya sudah terselesaikan di lapangan dan warga telat mengunggahnya, banyak juga aduan yang memang benar terjadi dan langsung kita tindak lanjuti," tegas Cak Ji.
Beragam aduan ia terima, mulai dari permasalahan sengketa tanah, penataan parkir, pengelolaan angkutan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), hingga perbaikan jalan berlubang. Cak Ji juga mengingatkan seluruh jajaran birokrasi agar selalu bersikap terbuka dan tidak antikritik dalam melayani warga Kota Pahlawan.
"Masyarakat itu membayar pajak, jadi mereka memiliki hak untuk mengkritik dan memberi masukan kepada kita (pemkot). Kita tidak boleh terbawa perasaan dan tidak boleh emosi. Semua laporan, sekecil atau sesepele apa pun itu, wajib kita tanggapi secara serius dan benar," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?