Gus Iqdam Hadir di Stadion Gajayana Malang, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup

Kedatangan pendakwah muda Gus Iqdam dalam Pengajian Umum dan Doa Bersama di Stadion Gajayana, Kota Malang, Selasa (2/6/2026), diperkirakan akan menyedot ribuan jemaah dari berbagai daerah.

Juni 1, 2026 - 14:01
Gus Iqdam Hadir di Stadion Gajayana Malang, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup

MALANG - Kedatangan pendakwah muda Gus Iqdam dalam Pengajian Umum dan Doa Bersama di Stadion Gajayana, Kota Malang, Selasa (2/6/2026), diperkirakan akan menyedot ribuan jemaah dari berbagai daerah. Untuk mengantisipasi kepadatan massa dan lalu lintas, Polresta Malang Kota menyiapkan pengamanan besar-besaran dengan menerjunkan 470 personel gabungan serta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan sekitar lokasi acara.

Pengajian akbar yang digelar dalam rangka Bulan Bhakti Bhayangkara ke-80 itu terbuka untuk masyarakat umum dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2026 mendatang.

Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan spiritual.

“Selain sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antara Polri, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Malang Raya untuk bersama-sama menjaga persatuan, kerukunan, serta kondusivitas kamtibmas,” ujar Rio, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, dipilihnya Gus Iqdam sebagai penceramah karena sosok mubaligh muda asal Blitar itu dikenal memiliki metode dakwah yang dekat dengan berbagai kalangan masyarakat. Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II tersebut dinilai mampu menyampaikan pesan keagamaan secara sederhana dan mudah diterima oleh jamaah dari berbagai latar belakang.

Gaya dakwah Gus Iqdam yang merangkul semua kalangan juga dinilai sejalan dengan semangat Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat.

Tak hanya menghadirkan tausiah, dalam pengajian tersebut para jamaah juga akan diajak mendoakan korban tragedi Kanjuruhan. Doa bersama itu diharapkan menjadi bentuk empati sekaligus penghormatan kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum refleksi bersama, memperkuat persatuan, serta mendoakan saudara-saudara kita yang telah menjadi korban dalam peristiwa Kanjuruhan. Semoga seluruh keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keberkahan,” ungkapnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Polresta Malang Kota akan menutup sejumlah ruas jalan di sekitar Stadion Gajayana. Penutupan dilakukan di Simpang Tiga Jalan Bromo-Jalan Semeru, Simpang Tiga Jalan Semeru-Jalan Taman Slamet, Simpang Tiga Jalan Semeru-Jalan Merapi, Simpang Tiga Jalan Semeru-Jalan Sumbing, Simpang Tiga Jalan Semeru-Jalan Lawu, serta Jalan Tangkuban Perahu.

Selain itu, kendaraan juga dilarang parkir di sepanjang Jalan Bromo, Jalan Arjuno, dan Jalan Semeru.

Polresta Malang Kota telah menyiapkan sejumlah kantong parkir bagi jamaah. Untuk kendaraan roda dua tersedia di Jalan Welirang, Jalan Merapi, Jalan Lamongan, Jalan Argopuro, dan Jalan Lawu. Sementara kendaraan roda empat diarahkan ke Jalan Taman Slamet, Jalan Sumbing, dan Jalan Sindoro.

“Penutupan ini sifatnya situasional. Jadi sewaktu-waktu bisa kami buka dan kami tutup kembali,” katanya.

Rio menegaskan pola pengamanan yang diterapkan mengedepankan langkah preventif, preemtif, dan humanis guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

“Kami mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta menjadikan momen doa bersama ini untuk mempererat ukhuwah, menjaga persatuan, dan kondusivitas Kota Malang,” pungkasnya.(*) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow