Berawal dari Ekstrakurikuler Pondok, Mahasiswa UIN Malang Raih Juara Nasional Kickboxing
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang membuktikan kompetensi mahasiswanya di ajang non-akademik melalui prestasi mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).
MALANG - Tidak hanya unggul secara akademik, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang membuktikan kompetensi mahasiswanya di ajang non-akademik melalui prestasi mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Ramanda Asmara Dani yang berhasil meraih juara 3 Open Nasional Kickboxing Piala Kementerian Desa (Kemendes) RI yang digelar di Mojokerto, sebuah ajang perlombaan bela diri yang mempertemukan atlet muda nasional dengan semangat kompetisi tinggi.
Mahasiswa semester 4 yang akrab disapa Ramanda tersebut menang dalam kategori Kick Light kelas berat badan under 57.
“Lomba kemarin diselenggarakan oleh KEMENDES RI dan diikuti lebih dari 200 peserta, saya menang juara 3 kategori Kick Light Kelas Berat Badan Under 57,” jelasnya kepada TIMES Indonesia, Minggu (31/5/2026).
Sebelum berhasil seperti saat ini, Ramanda telah menekuni bidang ini sejak SMP. Dirinya mengaku bahwa awalnya hanya iseng mengikuti ekstrakurikuler di sekolahnya, tapi ternyata tindakan tidak sengaja tersebut yang membawanya meraih prestasi dan melangkah sejauh ini. Padahal saat itu dirinya juga mencoba cabang olahraga lain seperti grappling, jiu jitsu, hingga memanah.
“Dulu pas SMP dan saya mondok, disuruh pilih ekstrakurikuler, akhirnya saya iseng milih Kickboxing, ternyata sesuai minat dan lanjut sampai sekarang,” katanya.
Ia menekankan bahwa olahraga Kickboxing memiliki karakter tersendiri daripada bidang bela diri lainnya. Lanjut Ramanda, jenis olahraga ini cenderung mirip Muaythai. Namun, atlet kickboxing tidak diperbolehkan menggunakan siku (elbow) maupun lutut (knee) saat bertanding.
Untuk kickboxing sendiri juga memiliki beberapa kategori. Ramanda menjelaskan pelaksanaannya pun bisa di ring atau tatami (matras). Dan jika menggunakan tatami, maka atlet tidak diperkenankan untuk menggunakan tenaga secara penuh.
"Kalau di ring atlet bisa menggunakan tenaga penuh, beda dengan tamtami harus mengontrol tenaga,” imbuhnya.
Usai meraih prestasi di tingkat nasional, Ramanda kini membidik target yang lebih tinggi. Ia berencana mengikuti kejuaraan Open Internasional Kickboxing yang akan digelar di Bishkek, Kazakhstan, pada Agustus mendatang.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa dan atlet, Ramanda juga aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) UIN Malang.
Ia pun berharap, melalui prestasi yang ia raih bisa memberikan motivasi kepada mahasiswa lainnya, termasuk berani dalam mengembangkan potensi diri di berbagai bidang, baik akademik maupun non akademik.
“Saran saya jangan ragu untuk mencoba, selagi belum mati maka jangan menyerah,” pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?