Hujan Deras Picu Longsor di Kabupaten Malang, Akses Jalan dan Rumah Warga Terdampak

Hujan deras picu longsor di Tirtoyudo dan Jabung, Kabupaten Malang. Jalan terputus dan rumah warga mengalami kerusakan.

April 7, 2026 - 06:58
Hujan Deras Picu Longsor di Kabupaten Malang, Akses Jalan dan Rumah Warga Terdampak

MALANG Cuaca hujan dengan intensitas sedang hingga deras di sejumlah wilayah Kabupaten Malang dalam dua hari terakhir diduga memicu terjadinya bencana tanah longsor di beberapa titik, khususnya di Kecamatan Tirtoyudo dan Jabung.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Malang, longsor terjadi di Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, pada Minggu (5/4/2026) malam sekitar pukul 20.05 WIB.

Beberapa wilayah terdampak meliputi Dusun Gampingan RT 18 RW 5, RT 2 RW 6, serta Dusun Sumbertangkil RT 9 RW 2. Longsor dipicu hujan deras disertai angin yang mengguyur kawasan tersebut.

Di RT 18 RW 5, bahu jalan menuju Desa Pujiharjo dilaporkan tergerus sepanjang 25 meter dengan lebar 1,5 meter dan tinggi tebing mencapai 5 meter. Sementara itu, di Dusun Gampingan RT 2 RW 6, dua rumah warga mengalami kerusakan ringan, dan satu rumah lainnya terdampak di Dusun Sumbertangkil RT 9 RW 2.

Kebutuhan mendesak warga terdampak saat ini berupa bantuan sembako. Meski terpal sudah tersedia, masih terdapat kekurangan logistik lainnya. Petugas BPBD juga telah memasang garis pengaman di titik longsor untuk menghindari risiko lanjutan.

Perwakilan Pusdalops BPBD, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa tim Poslap Tirtoyudo akan segera menyalurkan bantuan darurat ke lokasi terdampak.

Di sisi lain, Camat Tirtoyudo, Nita Dwi Prasetyaningstyas, menjelaskan bahwa longsor terjadi pada ruas jalan cor beton yang bagian tanah penahannya ambrol. Lokasi tersebut telah disurvei oleh petugas PU Bina Marga untuk penanganan lebih lanjut.

Selain di Tirtoyudo, longsor juga terjadi di Desa Taji RT 01 RW 01, Kecamatan Jabung, pada Senin (6/4/2026) sore. Material longsor dengan tinggi sekitar 20 meter dan lebar 1 meter menutup akses jalan penghubung antar desa.

Akibatnya, jalan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat tidak dapat melintas karena tidak tersedia jalur alternatif.

Penanganan sementara akan dilakukan melalui kerja bakti oleh pemerintah desa dan warga setempat. Proses evakuasi sempat terkendala hujan dan minimnya penerangan di lokasi, sehingga pengerukan material longsor dijadwalkan dilakukan keesokan harinya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow