Gubernur Ahmad Luthfi Siap Gandeng Sungai Watch Bersihkan Sungai di Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi siap berkolaborasi dengan Sungai Watch untuk membersihkan sampah sungai, sejalan dengan program pengelolaan lingkungan di Jateng.

Mei 4, 2026 - 14:31
Gubernur Ahmad Luthfi Siap Gandeng Sungai Watch Bersihkan Sungai di Jawa Tengah

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) membuka peluang kolaborasi dengan organisasi lingkungan Sungai Watch untuk memperkuat penanganan sampah sungai di wilayah tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan dukungannya terhadap gerakan Sungai Watch yang berfokus pada pembersihan sampah di sungai serta upaya penghijauan lingkungan.

“Saya akan mendukung kegiatan ini. Kalau perlu, silakan berkantor di tempat kami. Ini bagian dari upaya membersihkan sampah dan menghijaukan sungai di wilayah Jawa Tengah,” ujar Luthfi saat menerima perwakilan Sungai Watch di kantornya, Senin (4/5/2026).

Sungai Watch merupakan organisasi lingkungan yang digagas oleh tiga bersaudara asal Prancis, yakni Gary Benchegib, Kelly Benchegib, dan Sam Benchegib, yang telah lama bermukim di Bali. Saat ini, mereka tengah menjalankan kampanye Run for Rivers dengan menempuh perjalanan sejauh 1.200 kilometer dari Bali menuju Jakarta untuk memetakan kondisi sungai yang tercemar sampah. sungai watch

Menurut Luthfi, gerakan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengurangan sampah serta program penghijauan, termasuk penanaman mangrove di wilayah pesisir.

“Misinya jelas, bagaimana sungai kita bersih dari sampah dan dilakukan penghijauan, termasuk mangrove. Ini sejalan dengan program pemerintah menuju pengelolaan sampah yang lebih baik,” katanya.

Pemprov Jawa Tengah sendiri telah menjalankan sejumlah program pengelolaan sampah, mulai dari kampanye pemilahan sampah dari rumah tangga hingga pengembangan tempat pengolahan sampah terpadu. Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah konsep aglomerasi di kawasan Semarang Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya yang mengarah pada pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Selain itu, teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang telah diterapkan di Banyumas juga mulai direplikasi di 13 daerah lainnya di Jawa Tengah.

Luthfi menambahkan, program penanaman mangrove juga terus digencarkan dengan target satu juta pohon di sepanjang 670 kilometer garis Pantai Utara Jawa.

Sementara itu, perwakilan Sungai Watch, Sam Benchegib, menyambut baik dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas jangkauan kegiatan Sungai Watch yang saat ini baru beroperasi di Bali dan Banyuwangi, Jawa Timur.

“Jika bisa berkolaborasi, ini akan sangat berdampak. Kami juga berharap bisa berlari bersama gubernur dalam kampanye ini,” ujar Sam.

Dalam rangkaian Run for Rivers, Sungai Watch telah memasuki kabupaten/kota ke-14 dan saat ini berada di Kabupaten Kendal dalam perjalanan menuju Jakarta. Selama di Jawa Tengah, mereka telah melakukan kegiatan pembersihan sungai di sejumlah daerah, seperti Blora, Grobogan, Demak, dan Kota Semarang.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 24 Mei 2026. Selain aksi bersih sungai, tim Sungai Watch juga melakukan pemetaan lokasi yang berpotensi menjadi area operasional baru.

“Setiap hari tim turun ke lapangan untuk mengidentifikasi sungai yang membutuhkan penanganan. Di Jawa Tengah, kami berencana membuka cabang,” kata Sam. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow