Mahasiswa Doktoral Manajemen Pendidikan UM Latih 51 SD di Dampit Terapkan SPMI Berbasis Data
Workshop ini menjadi langkah membangun budaya mutu berbasis data di lingkungan sekolah dasar, sehingga setiap satuan pendidikan memiliki kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi peningka
MALANG - Mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) menggelar workshop penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis data bagi 51 Sekolah Dasar di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Senin (4/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SDN 4 Dampit ini diikuti 101 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan operator sekolah. Workshop tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas satuan pendidikan dalam memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Pasalnya, program ini diarahkan untuk mendorong sekolah dasar mampu mengoptimalkan penggunaan Rapor Pendidikan sebagai instrumen evaluasi mutu.
Pendekatan berbasis data yang dilakukannya dinilai menjadi kebutuhan penting dalam mendukung kebijakan transformasi pendidikan nasional, khususnya dalam perencanaan dan peningkatan mutu yang berkelanjutan.
Raden Bambang Sumarsono, Dosen pengampu sekaligus pembina kegiatan, menegaskan bahwa penguatan SPMI berbasis data merupakan kebutuhan mendesak di tingkat satuan pendidikan dasar.
“Pendekatan berbasis data membantu sekolah memetakan kondisi mutu secara objektif. Dari situ, sekolah dapat menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat dan terukur,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa doktoral dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan kajian akademik dengan praktik di lapangan.
“Pengabdian ini bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga ruang untuk memastikan ilmu yang dikembangkan di perguruan tinggi benar-benar menjawab kebutuhan nyata di sekolah,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya pengambilan keputusan yang rasional dan akuntabel di lingkungan pendidikan.
“Dengan data yang kuat, keputusan yang diambil tidak lagi berbasis asumsi, tetapi berdasarkan analisis yang jelas,” tegasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pengawas sekolah dasar Kecamatan Dampit, Sutrisno, yang mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar.
Workshop menghadirkan dua narasumber utama dari kalangan mahasiswa doktoral, yakni Ahmad Matinul Haq dan Rahmania Sadek. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar SPMI, pemetaan mutu berbasis Rapor Pendidikan, serta penyusunan dokumen mutu di tingkat satuan pendidikan.
Selama kegiatan, peserta mengikuti sesi pemaparan materi yang dipadukan dengan Focus Group Discussion (FGD). Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi masing-masing sekolah dan merumuskan solusi yang aplikatif.
Untuk mengukur efektivitas workshop, panitia juga menyelenggarakan pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan pemahaman peserta terhadap implementasi SPMI berbasis data.
Putri Ellen Gracia Risamasu, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, menyampaikan bahwa workshop ini dirancang sebagai ruang kolaboratif antara akademisi dan praktisi pendidikan.
“Sekolah tidak hanya menjadi peserta, tetapi mitra dalam proses penguatan mutu. Dengan pemanfaatan data yang tepat, sekolah dapat menentukan prioritas perbaikan secara lebih terarah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberlanjutan implementasi SPMI berbasis data membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah hingga pemangku kebijakan di tingkat daerah.
“Ekosistem yang mendukung sangat penting agar praktik baik ini tidak berhenti pada workshop, tetapi benar-benar diterapkan di sekolah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan UM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan dasar, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktik pendidikan di lapangan. (*)
Apa Reaksi Anda?