GP Ansor Kabupaten Malang Minta Klarifikasi Tudingan Kasus di Pesantren oleh Ning Sisca
PC GP Ansor Kabupaten Malang menyayangkan pernyataan pendakwah Ning Sisca terkait tudingan kasus pencabulan di pesantren Malang dan meminta klarifikasi agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
MALANG - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Malang menyayangkan beredarnya potongan video ceramah pendakwah Sisca Farisa Dhona atau yang akrab disapa Ning Sisca di media sosial.
Dalam video tersebut, Ning Sisca disebut melontarkan tudingan terkait maraknya kasus pencabulan oleh oknum kiai di lingkungan pondok pesantren di wilayah Malang.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang, Gus H Fatkhurrozi SE MM, menilai pernyataan tersebut tidak bijak karena disampaikan ke publik tanpa disertai bukti yang valid.
“Kami sangat menyesalkan statemen beliau yang tanpa didukung dengan bukti. Saat ini pesantren sedang diuji dengan adanya oknum-oknum yang terlibat kasus pencabulan. Di saat bersamaan, diduga ada pihak tertentu yang memanfaatkan momen ini dengan menviralkan berita kasus ini dengan tujuan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren. Lah, ini malah ada statemen dari kalangan pesantren yang tanpa didasari bukti dan fakta,” ujar Gus Fatkhurrozi dalam keterangan resminya.
Ia menegaskan GP Ansor mendukung upaya pembenahan di internal institusi pendidikan keagamaan, termasuk pesantren. Namun, ia mengingatkan agar semua pihak menahan diri dalam menyampaikan pernyataan yang bersifat spekulatif agar tidak memperkeruh situasi.
“Kami sepakat agar pesantren introspeksi, berbenah, serta meningkatkan pengawasan dan keamanan internal agar tidak sampai terjadi kasus-kasus pencabulan. Di sisi lain, kepada siapa pun diharapkan berhati-hati dalam menyampaikan statemen, apalagi tanpa didukung bukti yang valid,” imbuhnya.
Menyikapi polemik yang berkembang di masyarakat, PC GP Ansor Kabupaten Malang secara terbuka meminta Ning Sisca memberikan klarifikasi resmi atas pernyataan yang telah disampaikan.
“Maka, kami berharap ada klarifikasi atas pernyataan beliau agar tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat Kabupaten Malang, khususnya warga pesantren,” tegas Gus Fatkhurrozi.
Hingga saat ini, isu tersebut masih menjadi perhatian publik di Malang Raya, khususnya di kalangan warga Nahdlatul Ulama. GP Ansor berharap seluruh pihak dapat menjaga kondusivitas serta bertindak proporsional demi menjaga marwah institusi pesantren. (*)
Apa Reaksi Anda?