GP Ansor Banyuwangi Kenalkan Sejarah Lewat Ansor Night Fun Run 2026

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banyuwangi menggelar Ansor Night Fun Run 2026 atau AnsorRUN untuk mengenang jejak perjuangan KH Saleh Lateng, salah satu tokoh pendiri GP Ansor.

Mei 31, 2026 - 17:01
GP Ansor Banyuwangi Kenalkan Sejarah Lewat Ansor Night Fun Run 2026

BANYUWANGI - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banyuwangi memilih cara yang tak biasa sekaligus kekinian untuk mengenang jejak perjuangan KH Saleh Lateng, salah satu tokoh pendiri GP Ansor.

Napak tilas sejarah tersebut dikemas apik melalui event lari malam bertajuk Ansor Night Fun Run 2026 atau AnsorRUN, yang berpusat di Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Sabtu malam, (30/05/2026).

Bendera start dikibarkan tepat pukul 19.00 WIB. Pelepasan ratusan pelari ini dilakukan langsung oleh Ketua PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudzi, Ketua PW GP Ansor Jatim Musaffa Safril, Ketua PC GP Ansor Banyuwangi Arvy Rizaldy, serta jajaran stakeholder terkait dari Pemkab Banyuwangi.

Event ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-92 GP Ansor. Melalui konsep yang dekat dengan tren anak muda masa kini, panitia sukses mendekatkan sejarah perjuangan ulama kepada generasi milenial dan Gen Z.

Catatan Sejarah, KH Saleh Lateng bersama KH Abdul Wahab Chasbullah merupakan tokoh sentral di balik berdirinya GP Ansor, yang pertama kali dideklarasikan di Bumi Blambangan, Banyuwangi, pada 24 April 1934 silam.

Ketua Umum AnsorRUN 2026, Dani Ainur Rofiq, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap event lari malam ini sangat luar biasa. Selama masa pendaftaran yang dibuka pada 1 hingga 24 Mei 2026, tercatat sekitar 700 peserta mendominasi lintasan.

"Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Tidak hanya dari lokal Banyuwangi, tetapi banyak juga peserta yang datang jauh-jauh dari luar daerah," ujar Dani.

Dia menyebutkan, beberapa peserta terpantau datang dari wilayah Indramayu, Ponorogo, Pasuruan, Situbondo, hingga beberapa kota besar lainnya di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Berlari Sambil Menapaki Rute Bersejarah

Menurutnya, AnsorRUN bukan sekadar ajang olahraga atau hobi semata. Di balik keringat para pelari, ada misi edukasi yang disisipkan melalui rute sepanjang 5 kilometer (5K) yang dilewati.

Para peserta diajak melintasi sejumlah titik krusial yang menjadi saksi bisu perjuangan Islam dan kemerdekaan di Banyuwangi, di antaranya, kawasan kelahiran KH Saleh Lateng di Kelurahan Lateng, Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi, Kawasan ikonik Simpang Lima (Perliman), hingga finish point di Taman Blambangan.

"Peserta bukan hanya menikmati sensasi night run, tetapi mereka juga diajak secara tidak langsung untuk mengetahui dan merasakan atmosfer jejak perjuangan pendiri Ansor di Banyuwangi," imbuh Dani.

Inovasi segar ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua PC GP Ansor Banyuwangi, Arvy Rizaldy. Menurutnya, mengemas napak tilas sejarah dengan konsep modern adalah langkah cerdas agar nilai-nilai perjuangan masa lalu tetap relevan dengan generasi hari ini.

"Ini adalah inisiatif yang sangat bagus dan berpotensi menjadi culture (budaya) baru bagi generasi muda. Selain mendapat sehatnya lewat olahraga, ada nilai sejarah, spiritual, dan kebersamaan yang terbangun kuat di event ini," tegas Arvy.

Malam puncak AnsorRUN 2026 semakin meriah. Usai memeras keringat menyusuri rute 5K, para peserta tidak langsung bubar. Mereka dimanjakan dengan pembagian berbagai doorprize menarik serta panggung hiburan yang menghadirkan guest star lokal dan regional untuk melepas lelah. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow