Jembatan Gantung Purwanegara-Kincang Banjarnegara Tidak Bisa Dilewati Lagi

Jembatan gantung vital penghubung Purwanegara - Rakit di Banjarnegara rusak parah dan terbalik akibat seling utama putus. Kodam IV/Diponegoro kini mulai membangun kembali lewat program Jembatan Merah

Juli 6, 2026 - 17:05
Jembatan Gantung Purwanegara-Kincang Banjarnegara Tidak Bisa Dilewati Lagi
BANJARNEGARA -

Jembatan gantung penghubung Desa Purwanegara, Kecamatan Purwanegara dengan Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, kini sama sekali tidak dapat dilewati. Kondisi ini terjadi setelah seling utama jembatan putus karena tidak mampu menahan beban berat konstruksi bangunan.

Bahu jembatan sepanjang kurang lebih 100 meter yang melintang di atas Sungai Serayu tersebut kini sudah terbalik, setelah sebelumnya sempat miring. Tidak hanya itu, besi utama penyangga jembatan juga telah anjlok dari abutment (kepala jembatan) dan terancam jatuh ke sungai.

Sejumlah warga di sekitar lokasi menuturkan, jembatan ini sebenarnya sempat ditutup oleh petugas Polsek Purwanegara dan Polsek Rakit setelah seling utama putus. Namun, banyak warga yang nekat melintas demi mempersingkat waktu tempuh.

"Semula pengendara sepeda motor tidak ada yang berani lewat. Namun setelah rambu-rambu larangan hilang, warga mulai nekat melintas. Tidak lama kemudian, kondisi jembatan malah terbalik," ujar salah seorang warga Purwanegara, Senin (6/7/2026).

Camat Rakit, Setiadi, saat dikonfirmasi TIMES Indonesia membenarkan adanya kerusakan parah pada jembatan gantung tersebut. Kendati demikian, ia menyebut penanganan sudah mulai dilakukan. "Kami mendapat informasi bahwa jembatan tersebut saat ini tengah dibangun kembali oleh TNI," jelasnya.

Setiadi menambahkan, jembatan gantung ini merupakan jalur vital bagi warga di dua kecamatan, baik untuk akses pendidikan, kesehatan, maupun perekonomian.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Dimulai

Berdasarkan pantauan TIMES Indonesia di lokasi, sejumlah pekerja saat ini tengah melakukan penggalian fondasi untuk memperkuat struktur tiang pancang jembatan yang baru.

Secara terpisah, Danramil 15/Rakit Kapten Inf Aminudin, melalui Bati Tuud Peltu Pribadi, menyampaikan bahwa infrastruktur tersebut masuk dalam program pembangunan Jembatan Merah Putih dari Kodam IV/Diponegoro.

"Ini merupakan jembatan perintis yang dibangun pada tahun 1968, kemudian direhab pada 1986, dan mendapat rehabilitasi tambahan pada 2017. Jembatan ini sangat vital untuk memperpendek jarak menuju jalan nasional," ungkap Peltu Pribadi saat ditemui di Koramil 15/Rakit, Banjarnegara.

Ia juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat, TNI akan membangun Jembatan Merah Putih lain yang menghubungkan Desa Lengkong (Kecamatan Rakit) dengan Desa Tribuana (Kecamatan Punggelan).

"Jembatan tersebut nantinya juga menjadi jalur penghubung tercepat bagi warga Punggelan menuju Rakit, Banjarnegara. Mudah-mudahan kehadiran TNI melalui program ini dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Banjarnegara," pungkas Peltu Pribadi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow