Geser ke Makkah, Kakankemenhaj Imbau Jemaah Haji Kota Malang Jaga Kesehatan
Kakankemenhaj Kota Malang mengimbau 1.203 jemaah haji menjaga kesehatan dan mengikuti prosedur jelang keberangkatan dari Madinah ke Makkah.
MADINAH - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kakankemenhaj) Kota Malang, Dr. H. Subhan, mengimbau jemaah haji asal Kota Malang untuk menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan dari Madinah ke Makkah. Imbauan tersebut disampaikan kepada 1.203 jemaah di Hotel Shaza Regency, Madinah, Sabtu (2/5/2026).
Dalam arahannya, Subhan menyampaikan apresiasi atas semangat jemaah dalam beribadah di Masjid Nabawi. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan mengingat perbedaan suhu antara Madinah, Makkah, dan Kota Malang.
“Suhu di Madinah dan Makkah berbeda dengan Kota Malang. Jemaah diharapkan dapat menyesuaikan diri dan menjaga kondisi tubuh,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk tidak melewatkan konsumsi yang telah disediakan pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah. Asupan makanan yang cukup dinilai penting untuk menjaga stamina selama rangkaian ibadah haji.
Terkait kesehatan, jemaah diminta segera melapor kepada tim kesehatan kloter apabila mengalami keluhan, agar dapat segera memperoleh penanganan.
Subhan menekankan pentingnya keseimbangan antara semangat beribadah dan kondisi fisik, baik selama di Madinah maupun saat menjalankan ibadah di Makkah.
“Manfaatkan kesempatan ibadah ini dengan baik. Namun, jemaah juga harus bijak menjaga tenaga, kesehatan, serta mengatur waktu istirahat agar ibadah berjalan lancar dan khusyuk,” katanya.
Persiapan Keberangkatan ke Makkah
Menjelang keberangkatan ke Makkah, termasuk Kloter 11 yang dijadwalkan berangkat pada Minggu (3/5/2026), Subhan menyampaikan sejumlah ketentuan teknis.
Jemaah diminta menempatkan koper besar dan tas kabin di depan kamar paling lambat pukul 01.00 WAS atau delapan jam sebelum keberangkatan. Empat jam sebelum berangkat, bus rombongan akan disiapkan di depan hotel sesuai pembagian.
Dua jam sebelum keberangkatan, jemaah diimbau sudah keluar dari kamar, memastikan tidak ada barang tertinggal, dan langsung menuju bus masing-masing. Jemaah laki-laki juga diminta mengenakan pakaian ihram sejak dari hotel.
Selain itu, kunci kamar wajib dikembalikan ke resepsionis sebelum berangkat. Penempatan jemaah mengikuti manifest rombongan dan bus yang telah ditentukan.
Jika terjadi keterpisahan dari rombongan, jemaah tetap diminta berangkat sesuai bus yang telah ditetapkan. Sementara itu, paspor jemaah akan dipegang sopir atau petugas syarikah selama perjalanan.
Untuk jemaah yang sakit, paspor akan dipegang pihak syarikah, koper dapat dititipkan di bus asal, dan pengurusan dokumen dilakukan melalui KKHI.
Selama perjalanan menuju Makkah, konsumsi jemaah telah difasilitasi. Jemaah diimbau menjaga ketertiban, tidak terlambat, serta tetap menjaga kesehatan menjelang pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Semoga perjalanan ibadah haji diberikan kelancaran, kesehatan, dan keberkahan,” ujar Subhan. (*)
Apa Reaksi Anda?