Belajar dari Lemhannas hingga Singapura, Bupati Morotai Perkuat Kapasitas demi Pelayanan Publik
Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua ikut KPPD Angkatan III di Jakarta, 14-27 Juli 2026. Program 14 hari Kemendagri ini meliputi pembekalan di Lemhannas, studi ke Singapura, dan penyusunan rencana aksi un
MOROTAI - Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, resmi mengikuti Kursus Pemantapan Kepala Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Program ini merupakan agenda rutin Kemendagri untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala daerah di seluruh Indonesia. Pada angkatan kali ini, sebanyak 25 bupati dan wali kota terpilih menjadi peserta.
Kabupaten Pulau Morotai menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan strategis tersebut. Seluruh biaya kegiatan ditanggung penuh oleh Kementerian Dalam Negeri.
Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Media Diskominfo Pulau Morotai, Iwan Muraji, menjelaskan KPPD berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2026.
Kegiatan dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama, pembekalan selama empat hari di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Tahap kedua, delapan hari studi di Singapura. Tahap akhir, evaluasi dan pendalaman materi selama dua hari di BPSDM Kemendagri Jakarta.
"Program ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala daerah agar mampu menghadapi tantangan pembangunan, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta memperluas wawasan terhadap praktik terbaik yang bisa diterapkan di daerah," ujar Iwan.
Selama di Lemhannas, seluruh peserta diwajibkan tinggal di asrama sebagai bagian dari proses pendidikan. Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, H. Tubagus Ace Hasan Syadzily.
Dalam empat hari pembekalan, para kepala daerah menerima materi strategis. Di antaranya Kemitraan Strategis oleh Wakil Mendagri Bima Arya Sugiarto, Penguatan Industri Daerah Berbasis Hilirisasi, Dinamika Geopolitik Global, Wawasan Nusantara di Era Disrupsi, Asta Cita, serta Kepemimpinan dan Penguatan Kapasitas Fiskal Daerah.
Usai pembekalan di Lemhannas pada 18 Juli 2026, rombongan bertolak ke Singapura pada 19–26 Juli 2026. Di sana peserta mengikuti pembelajaran kelas dan studi lapangan bersama BPSDM Kemendagri.
Sejumlah materi yang dipelajari di Singapura antara lain: upaya Singapura mewujudkan lingkungan bersih, hijau, dan berkelanjutan, sistem perumahan publik yang layak dan terhubung, transformasi digital pemerintahan, serta sistem pelayanan kesehatan melalui kemitraan pemerintah dan swasta.
Peserta juga akan mempelajari tata kelola kemitraan pemerintah-swasta yang dapat diadaptasi di Indonesia, serta prinsip kepemimpinan, tata kelola, dan akuntabilitas pemerintahan.
Selain di ruang kelas, para kepala daerah akan mengunjungi sejumlah institusi dan objek strategis untuk melihat langsung implementasi kebijakan publik di Singapura.
Setelah kembali dari Singapura, setiap kepala daerah wajib menyusun rencana aksi. Rencana itu berisi program yang dapat diterapkan di daerah masing-masing, termasuk mengidentifikasi hambatan dan kendala implementasi.
Dalam mengikuti KPPD, Bupati Rusli Sibua didampingi Kepala Bagian Pemerintahan Setda Pulau Morotai Mohammad Zein, Kabid Kominfo Iwan Muraji, dan Kepala Perwakilan Pemkab Morotai di Jakarta Zahri Rinaldi ST Panduko.
Pemkab Morotai berharap keikutsertaan dalam KPPD dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah, memperluas jejaring kerja sama antardaerah, serta membawa inovasi dan praktik terbaik untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Pulau Morotai.(*).
Apa Reaksi Anda?