Dunia Pers Berduka, Mantan Ketua PWI Malang Raya Tutup Usia
Jurnalis senior yang pernah menjabat Ketua PWI Malang Raya, Gatot Soekardi meninggal dunia pada Senin (18/5/2026) pagi.
MALANG - Dunia jurnalistik di Malang Raya kehilangan salah satu tokoh seniornya. Wartawan Harian Bhirawa, Gatot Soekardi, meninggal dunia pada Senin (18/5/2026) pagi. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi kalangan wartawan dan insan pers di Malang.
Gatot Soekardi dikenal sebagai jurnalis senior yang memiliki rekam jejak panjang dalam perkembangan media di Malang Raya. Almarhum menjadi bagian penting dalam perjalanan Harian Bhirawa saat kantor pusat media tersebut dipindahkan dari Surabaya ke Kota Malang.
Bersama sejumlah wartawan lain, Gatot turut memperkuat eksistensi Harian Bhirawa di Malang atas arahan tokoh pers nasional, Dahlan Iskan.
Tidak hanya itu, pada 1998 Gatot Soekardi juga tercatat sebagai salah satu pendiri Harian Malang Post. Media tersebut lahir dari kolaborasi sejumlah jurnalis senior Malang, di antaranya almarhum Husnun Djuraid, almarhum Nurdin Djihad, Imawan Mashuri, serta Purwanto.
Dedikasi Gatot terhadap dunia pers juga terlihat dari kiprahnya di organisasi wartawan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya pada 1982.
Almarhum juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang memperjuangkan berdirinya sekretariat PWI Malang Raya di Jalan Raya Langsep, Kota Malang. Saat itu, pembangunan sekretariat dilakukan melalui penggalangan dana bersama sejumlah pihak, termasuk Totok Kadariswanto yang kala itu menjabat Humas Pemerintah Kota Malang.
Memasuki masa pensiun, Gatot Soekardi tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan komunitas. Ia diketahui bergabung dalam komunitas Perkewutan bersama para pecinta tembang kenangan.
Kepergian Gatot Soekardi menjadi kehilangan bagi dunia pers Malang. Rekan-rekan sejawat mengenang almarhum sebagai sosok berdedikasi, aktif dalam organisasi, dan memiliki semangat besar dalam membangun jurnalistik daerah. (*)
Apa Reaksi Anda?