Dua Rumah Warga Bondowoso Ludes Terbakar, Pemkab Bantu Perbaikan
Kebakaran hebat menghanguskan dua rumah warga di Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan, Bondowoso, pada 15 April 2025.
BONDOWOSO - Kebakaran hebat menghanguskan dua rumah warga di Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan, Bondowoso, Rabu (15/4/2026) kemarin. Peristiwa ini terjadi pada pagi hari dan membuat dua bangunan yang berdampingan ludes hingga rata dengan tanah.
Adapun dua rumah warga Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan, Bondowoso yang terbakar masing-masing milik H. Munir dan Bu Nawawi.
Perbaikan 2 rumah korban kebakaran akan dilakukan oleh Dinas Perkim dan Ciptaru dengan mekanisme bantuan rehabilitasi rumah terdampamasing-masin
Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Safi'i meninjau langsung. Bahkan ia juga menyerahkan bantuan, berupa kompor gas, kasur, sembako, makanan siap saji, selimut, hingga paket perlengkapan bantuan makanan dari BPBD setempat.
Wabup As'ad menjelaskan, perbaikan dua rumah akan segera dilakukan. Pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp20 juta per rumah.
Kronologi Kebakaran dan Uang Tabungan Ikut Ludes
Berdasarkan data Pemadam Kebakaran, api pertama kali terlihat sekitar pukul 10.30 WIB. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berhamburan menuju lokasi untuk membantu memadamkan kobaran api yang terus membesar.
Upaya pemadaman dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya, sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Tak lama berselang, tim Damkar tiba di lokasi dan langsung berjibaku menjinakkan api yang masih berkobar. Namun, karena sebagian besar bangunan rumah terbuat dari material kayu, api dengan cepat melalap seluruh bagian rumah.
Saat kejadian, kedua pemilik rumah tidak berada di tempat. Hal itu diungkapkan oleh Asmawati, kerabat korban, yang menyebut bahwa pemilik rumah tengah beraktivitas di rumah perangkat desa.
Kobaran api justru pertama kali disadari oleh tetangga sekitar yang melihat asap dan api membumbung tinggi. Suasana pun seketika panik. "Jerit-jerit langsung, warga yang lain datang juga," ungkapnya.
Warga sekitar berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi, termasuk melepaskan sapi milik korban agar tidak ikut terbakar. Dalam proses pemadaman awal, warga bahkan menguras air dari dua sumur di sekitar lokasi sampai habis.
Situasi semakin dramatis ketika Bu Nawawi yang baru tiba di lokasi nekat mencoba menerobos kobaran api demi menyelamatkan uang tunai sebesar Rp6 juta yang disimpan di dalam lemari. Aksi tersebut langsung dicegah oleh warga.
Beberapa warga menarik korban keluar dari area berbahaya, sementara sejumlah perempuan berusaha menenangkan Bu Nawawi yang menangis histeris.
Menurut Asmawati, tindakan nekat tersebut dipicu oleh kondisi korban yang tinggal seorang diri, serta uang yang hendak diselamatkan merupakan hasil penjualan anakan sapi sekitar dua minggu lalu.
Uang itu rencananya akan digunakan untuk memperbaiki rumah yang sudah dalam kondisi memprihatinkan. "Saya nangis juga, Bu Nawawi tinggal sendiri, anaknya di Sempol, tak punya saudara," katanya haru.
Sementara itu, Kepala Bidang Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 10.15 WIB.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan karena adanya perbedaan keterangan dari para saksi.
"Ada yang bilang ini korsleting listrik, dan ada juga yang bilang karena membakar sampah," ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Selain bangunan rumah, uang tunai milik korban juga diduga ikut hangus terbakar.
"Diperkirakan kerugiannya sekitar Rp60 juta," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?