Dosen UINSA Dr Syaeful Bahar Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso

Konferensi Cabang (Konfercab) XXIV Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso resmi menetapkan kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026–2031.

Juni 1, 2026 - 12:01
Dosen UINSA Dr Syaeful Bahar Terpilih Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso

BONDOWOSO - Konferensi Cabang (Konfercab) XXIV Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso resmi menetapkan kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026–2031. Forum tertinggi organisasi NU di tingkat cabang tersebut berlangsung penuh khidmat dan ditutup dengan penetapan kepemimpinan baru yang akan membawa arah perjuangan NU Bondowoso selama lima tahun mendatang.

Dalam sidang pemilihan yang dipimpin perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Qodir Syam yang sebelumnya menjabat Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso terpilih sebagai Rais Syuriyah PCNU Bondowoso.

Sementara itu, posisi Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso dipercayakan kepada Dr Moh Syaeful Bahar setelah memperoleh dukungan mayoritas peserta konferensi. 

Dari total 22 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang memiliki hak suara, Dr Moh Syaeful Bahar meraih 19 suara, sedangkan kandidat lainnya, Mashud Ali, memperoleh 3 suara.

Berdasarkan tata tertib Konfercab XXIV, seorang calon ketua harus memperoleh dukungan minimal 30 persen suara atau sedikitnya tujuh suara dari jumlah MWCNU yang hadir. Dengan perolehan suara yang sangat dominan, forum kemudian menyepakati bahwa proses pemilihan tidak perlu dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Setelah meminta persetujuan peserta sidang, pimpinan sidang yang mendapat mandat dari PBNU melalui PWNU Jawa Timur menetapkan Dr Moh Syaeful Bahar sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso periode 2026–2031.

Sekretaris PWNU Jawa Timur, Muhammad Faqih dalam arahannya menegaskan, memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama, seluruh pengurus cabang harus fokus pada empat bidang strategis yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Empat bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan. Menurutnya, sektor pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu terus diperkuat, termasuk di Bondowoso. 

Selain itu kata dia, layanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi warga juga harus mendapat perhatian serius sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah masing-masing.

“Keempat bidang ini merupakan kebutuhan nyata masyarakat yang harus menjadi fokus gerakan NU. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Faqih menambahkan, keberadaan NU di abad kedua harus semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Organisasi yang tidak mampu memberikan manfaat nyata, kata dia, akan kehilangan relevansinya di tengah perkembangan zaman.

Ia mengungkapkan, hasil survei yang dilakukan pada 2023 menunjukkan bahwa masyarakat masih menempatkan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan layanan keagamaan sebagai kebutuhan utama yang diharapkan dapat diperkuat oleh organisasi kemasyarakatan, termasuk NU.

“NU harus hadir memberikan solusi dan manfaat. Jika mampu menjawab kebutuhan masyarakat, maka NU akan semakin kuat dan dibutuhkan,” pungkasnya.

Konferensi PCNU Kabupaten Bondowoso berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Ulum Tapen, Minggu (31/5/2026). (*) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow