Dikeluhkan Warga, Pemkab Jember Ubah Jadwal Operasional Truk PT Imasco Asiatic

Pemerintah Kabupaten Jember akhirnya mengintervensi persoalan kemacetan menahun di Kecamatan Puger dengan meluncurkan kebijakan relaksasi jam operasional armada truk PT Imasco Asiatic.

April 7, 2026 - 06:54
Dikeluhkan Warga, Pemkab Jember Ubah Jadwal Operasional Truk PT Imasco Asiatic

JEMBER Pemerintah Kabupaten Jember akhirnya mengintervensi persoalan kemacetan menahun di Kecamatan Puger dengan meluncurkan kebijakan relaksasi jam operasional armada truk PT Imasco Asiatic.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini terdampak oleh antrean panjang kendaraan berat di sepanjang jalur utama.

Keputusan krusial ini lahir dari hasil audiensi intensif antara Bupati Jember dengan pemangku kepentingan terkait.

Fokus utamanya adalah menghilangkan terminal bayangan di bahu jalan yang selama ini melumpuhkan akses ekonomi warga.

Selama ini, aturan jam masuk yang sangat terbatas (pukul 16.00 hingga 06.00 WIB) justru menjadi akar masalah.

Ratusan truk logistik tiba lebih awal dan terpaksa parkir di sepanjang Jalan Kasiyan Timur hingga Kasiyan Barat untuk menunggu pintu gerbang pabrik dibuka.

Camat Puger Beny Ginting, mengungkapkan bahwa penumpukan tersebut sangat mengganggu denyut nadi ekonomi lokal.

"Ada sekitar 150 sampai 200 truk yang mengantre setiap hari sejak siang bolong. Dampaknya, akses menuju toko-toko warga dan gerai UMKM tertutup total. Warga kesulitan beraktivitas, dan omset pedagang menurun," jelas Beny saat ditemui pada Senin (6/4/2026).

Melalui kebijakan baru ini, jam operasional direlaksasi secara signifikan.

Armada kini diperbolehkan melintas mulai pukul 10.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya.

Penambahan durasi hingga 20 jam ini bertujuan agar arus kedatangan truk lebih tersebar dan tidak terkonsentrasi di satu waktu yang sempit.

Sebelum diresmikan secara penuh, skema ini telah melalui tahap uji coba pada hari Minggu.

Hasilnya menunjukkan perubahan signifikan pada estetika dan kelancaran lalu lintas di Puger.

“Kami sudah melihat buktinya di lapangan. Saat jadwal dimulai pukul 10 pagi, antrean yang biasanya mengular kini nihil. Arus lalu lintas kembali normal dan lancar,” tambah Beny.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jember Akhmad Helmi Lukman menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk kompromi pemerintah dalam melindungi berbagai kepentingan.

Di satu sisi, pemerintah ingin industri tetap berjalan, namun di sisi lain, kenyamanan warga adalah prioritas utama.

"Bupati memutuskan untuk tidak membuka akses 24 jam penuh demi menghormati aspirasi masyarakat. Kami ambil jalan tengah melalui relaksasi 20 jam ini. Harapannya, semua pihak bisa terakomodasi meskipun tidak mungkin memuaskan semua orang 100 persen," papar Helmi.

Guna memastikan kebijakan ini berjalan sesuai rencana, Pemkab Jember telah menyiapkan langkah preventif yakni Personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP akan disiagakan untuk memantau titik-titik rawan kemacetan.

"PT Imasco diwajibkan menyusun jadwal kedatangan armada secara ketat agar truk tidak datang secara serentak dan kebijakan ini akan ditinjau secara rutin untuk memastikan efektivitasnya dalam jangka panjang," tambah Helmi.

Pemerintah berharap relaksasi ini menjadi solusi jangka pendek yang ampuh sambil menunggu perbaikan infrastruktur jalan lebih lanjut.

Dengan hilangnya antrean truk, diharapkan geliat ekonomi para pedagang ikan, pemilik toko, dan pelaku UMKM di kawasan Puger kembali bergairah tanpa terhalang kendaraan besar.

"Intinya, kami ingin ekonomi berputar, logistik lancar, dan masyarakat tidak lagi dirugikan oleh kemacetan," pungkas Helmi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow