Di Polbangtan Malang, Operator UPJA Dilatih Maksimalkan Penggunaan Alsintan
Pelatihan alsintan di Polbangtan Malang tingkatkan kapasitas operator UPJA guna mendorong efisiensi, produktivitas, dan ketahanan pangan nasional.
MALANG Alat dan mesin pertanian (alsintan) kini menjadi salah satu kunci dalam mendorong efisiensi dan peningkatan produktivitas sektor pertanian. Pemanfaatan alsintan yang tepat tidak hanya mempercepat proses budidaya, tetapi juga membantu mengurangi biaya produksi serta mendukung modernisasi pertanian di berbagai daerah.
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemanfaatan alsintan harus dilakukan secara optimal dan tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap bantuan alsintan benar-benar dimanfaatkan secara produktif guna meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani.
Menurutnya, alsintan merupakan instrumen penting dalam mempercepat ketahanan pangan nasional, sehingga harus dikelola secara disiplin karena merupakan aset strategis negara.
Sejalan dengan hal tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang bekerja sama dengan UPT Pelatihan Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan “Pelatihan Teknik Perbengkelan Alsintan bagi Operator UPJA Angkatan I”.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta dari 13 kabupaten/kota di Jawa Timur dan berlangsung pada 6–7 April 2026 di Kampus I Polbangtan Malang serta UPT Pelatihan Pertanian Provinsi Jawa Timur.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas operator Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dalam mengelola dan memanfaatkan alsintan secara optimal.
Materi yang diberikan meliputi optimalisasi penghitungan kebutuhan dan kesesuaian alsintan dengan kondisi wilayah, penerapan serta pengoperasian alsintan dalam budidaya pertanian, hingga perawatan, pemeliharaan, dan penanganan kerusakan alsintan. (*)
Apa Reaksi Anda?