Deddy Mizwar: Dakwah Bisa Lewat Tontonan

Aktor dan sutradara senior Indonesia, Deddy Mizwar dalam lawatannya ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan, di zaman ini siapapun ...

April 15, 2023 - 07:10
Deddy Mizwar: Dakwah Bisa Lewat Tontonan

TIMESINDONESIA, MALANG – Aktor dan sutradara senior Indonesia, Deddy Mizwar dalam lawatannya ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan, di zaman ini siapapun bisa berdampak. Termasuk berdakwah melalui seni dan budaya. Hal itu juga lebih mudah dilakukan saat ini, dibandingkan beberapa puluh tahun yang lalu. 

“Tentu jauh lebih mudah ketimbang dulu. Jadi, dakwah lewat seni dan budaya saya kita harus banyak dan harus lebih kreatif. Adapun tantangan yang harus dihadapi di masa kini adalah konten apa yang akan dibuat dan seberapa menarik konten itu,” ucapnya dalam acara Tadarus Ramadan yang di gelar UMM, Jumat (14/4/2023).

Deddy menerangkan, saat ini siapapun bisa melakukan dakwah melalui seni budaya, yang diwujudkan dalam bentuk film, kemudian di upload di sosial media ataupun. Berbeda dengan zaman dulu yang hanya punya dua alternatif, televisi (TV) atau layar lebar. Ditambah dengan biayanya yang tidak murah.

Mantan wakil gubernur Jawa Barat itu juga menceritakan awal mula upayanya membuat konten dengan muatan religius Islmai. Da merasa, dulu, beragam tontonan eletkronik tidak menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Meski lebih dari 85 persen warga negaranya adalah muslim. 

Kemudian ia memulai gerakan membuat tontonan dengan unsur islami di dalamnya. Berawal dari mendapat kesempatan mengisi ruang di salah satu TV swasta. Yakni dengan membuat serial berjudul Abu Nawas. Namun, ia mengaku upaya itu sangat tidak mudah. Ia harus bisa meyakinkan bahwa konten Islami akan banyak disukai masyarakat.

“Bahkan saat itu, saya bilang ke pihak TV bahwa mereka tidak perlu membayar saya sebagai produser. Bayar saya kalau saya main di dalamnya sebagai aktor. Tapi dalam hati, saya sangat yakin bahwa keluarga Islam di Indonesia memang sangat membutuhkan tayangan dengan muatan Islami,” tegas pria yang juga menjadi Dewan Pakar LSB PP Muhammadiyah itu.

Menurutnya, film itu ibarat sihir. Bisa membuat penontonnya menangis, tertawa maupun marah hanya lewat gambar dan video. Maka, penetrasi film tentu sangat mempengaruhi penontonnya. ia menegaskan bahwa tanggungjawab ini memang harus diemban oleh berbagai elemen masyarakat. Bukan hanya terbatas di TV atau film, tapi juga tontonan yang ada di media sosial secara luas. 

Terahir, ia juga mengatakan bahwa film juga menjadi refleksi dari realita yang ada di masyarakat. pun dengan keyakinan bahwa budaya yang beragam milik Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa. Hanya saja kurang optimal dan maksimal dari aspek penggarapannya.

“Jika ada yang bertanya kenapa saya berupaya membuat film dan konten religius islami, saya akan menjawab bahwa itu adalah bentuk rasa syukur. Utamanya atas karunia dan kemampuan membuat film yang telah dianugerahkan Allah kepada saya dalam hidup ini," lanjutnya .

"Kalau saya bikin tontonan yang tidak jelas, untung secara finansial belum tentu didapat. Malah rugi karena memberikan hal yang tidak baik. Sebaliknya, tontonan islami mungkin belum memberikan untung secara materi, tapi saya sudah pasti untung karena bernilai ibadah,” pungkas Deddy. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow