Cuaca Ekstrem di Bogor: Satu Warga Meninggal Tertimpa Pohon, Puluhan Rumah Terdampak
Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Bogor, Jumat (1/5). Satu orang meninggal dunia tertimpa pohon tumbang, sementara puluhan warga di Bojonggede dan Gunungputri terdampak banjir serta kerusakan rumah.
BOGOR - Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor pada Jumat siang hingga sore hari. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta puluhan warga terdampak banjir dan kerusakan bangunan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengonfirmasi bahwa rentetan kejadian tersebut berlangsung hampir bersamaan di beberapa titik.
“Angin kencang dan hujan deras menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi, termasuk di Jalan Tegar Beriman yang mengakibatkan satu korban jiwa,” ujar Adam saat memberikan keterangan di Binong.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Sugiharto Sukoco (41), warga Kecamatan Kemang. Korban tertimpa pohon palem saat melintas di Jalan Tegar Beriman sekitar pukul 14.55 WIB. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong.
Selain di jalan utama tersebut, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Kompleks Pemda Cibinong, Kampung Curug, hingga area parkir Stadion Pakansari. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden di lokasi-lokasi tersebut. Petugas telah berhasil mengevakuasi batang pohon sehingga akses jalan yang sempat terganggu kini kembali normal.
Banjir dan Kerusakan Rumah
Di wilayah lain, tepatnya di Kecamatan Bojonggede, hujan deras memicu luapan air yang merendam permukiman warga. Di Kampung Pondok Manggis, Desa Bojong Baru, sebanyak 10 rumah yang dihuni oleh 38 jiwa terendam banjir dengan ketinggian mencapai 120 sentimeter.
“Banjir terjadi akibat luapan Kali Baru yang mengalami penyempitan, sehingga air meluap ke permukiman warga,” kata Adam menjelaskan penyebab banjir tersebut.
Sementara itu, di Kecamatan Gunungputri, angin kencang merusak tiga unit rumah di Desa Bojongkulur. Sebanyak 10 jiwa dari empat kepala keluarga terdampak akibat kerusakan pada bagian atap. Salah satu keluarga yang terdiri dari tujuh orang terpaksa mengungsi ke tempat kerja mereka karena kondisi rumah yang tidak lagi layak huni.
Penanganan Darurat dan Imbauan
BPBD mencatat bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan logistik tanggap darurat dan terpal untuk penutupan sementara rumah warga yang rusak. Adam menambahkan bahwa tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden di Gunungputri, namun perbaikan rumah warga memerlukan penanganan lanjutan.
Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama dinas terkait dan masyarakat setempat masih melakukan penanganan di lapangan, mulai dari evakuasi pohon hingga asesmen dampak kerusakan.
Pihak BPBD Kabupaten Bogor pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam, terutama risiko pohon tumbang dan banjir.
“Warga diharapkan tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat,” pungkas Adam. (*)
Apa Reaksi Anda?