China Sebut Blokade AS Tidak Bertanggung Jawab, Iran Siapkan Senjata Mengejutkan
China menyebut blokade yang dilakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Sementara Iran menyatakan telah menyiapkan senjata yang belum pernah dikeluarkan.
JAKARTA - China menyebut blokade yang dilakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz itu berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Sementara Iran menyatakan telah menyiapkan senjata yang belum pernah dikeluarkan dan pasti akan mengejutkan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun mengatakan bahwa blokade yang ditllakukan Amerika Serikat dan peningkatan pengerahan militernya di Selat Hormuz itu berbahaya dan tidak bertanggung jawab.
Guo Jiakun berbicara pada hari Selasa, sehari setelah militer AS mengumumkan blokade terhadap semua kapal yang menuju dan dari Iran.
Sementara itu Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa jika perang agresi Amerika Serikat terhadap Iran itu terus berlanjut, maka Iran akan mengeluarkan kemampuan militernya yang baru dan pasti akan mengejutkan musuhnya itu
Juru Bicara IRGC, Jenderal Hossein Mohebbi mengatakan, "Kami masih belum menggunakan banyak kemampuan kami. Jika perang terhadap kami terus berlanjut, maka kami akan mengungkap kemampuan yang sama sekali tidak terbayangkan oleh musuh," tegasnya.
"Kami akan menampilkan metode pertempuran yang tidak akan mampu dilawan oleh musuh-musuh kami itu secara signifikan dengan pendekatan baru kami," tambah Jenderal Hossein Mohebbi.
Pada saat para pihak itu mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara, Amerika Serikat atas perintah Donald Trump malah semakin agresif perilakunya.
"Blokade tersebut hanya akan memperburuk ketegangan, semakin menggoyahkan situasi, melemahkan gencatan senjata yang sudah rapuh, dan semakin membahayakan keamanan navigasi di Selat Hormuz," kata Guo.
"China percaya bahwa hanya dengan mencapai gencatan senjata komprehensif dan mengakhiri pertempuran, kondisi mendasar untuk meredakan ketegangan di selat tersebut bisa tercipta," tambahnya.
Juru bicara tersebut menegaskan kembali bahwa China mendesak semua pihak untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Iran dan AS.
"Tetap fokus pada arah dialog dan negosiasi yang lebih luas, mengambil tindakan konkret untuk meredakan ketegangan regional, dan memulihkan jalur normal melalui Selat Hormuz sesegera mungkin," ujar Guo. (*)
Apa Reaksi Anda?