Cegah Stunting, Rumah Zakat Malang Gelar Sosialisasi Pemorsian dan Pemenuhan Zat Gizi Harian Batita

Rumah Zakat Malang sukses menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk " Pemorsian dan Pemenuhan Zat Gizi Harian Batita ", di di Balai RW 06 Kelurahan Oro-oro Dowo

Mei 20, 2026 - 11:00
Cegah Stunting, Rumah Zakat Malang Gelar Sosialisasi Pemorsian dan Pemenuhan Zat Gizi Harian Batita

MALANG - Rumah Zakat Malang sukses menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk " Pemorsian dan Pemenuhan Zat Gizi Harian Batita ", di di Balai RW 06 Kelurahan Oro-oro Dowo, Selasa (19/5/2026).

Masa balita merupakan golden age atau periode emas pertumbuhan anak, di mana perkembangan otak dan fisik terjadi sangat pesat. Kekurangan gizi pada fase ini dapat berdampak permanen pada kecerdasan dan kesehatan anak di masa depan. Oleh karena itu, pemahaman orang tua mengenai takaran porsi dan jenis nutrisi yang tepat menjadi kunci utama.

Hani Febrianti Ahli Gizi dari Puskesmas Arjuno Kota Malang, selaku narasumber utama, menjelaskan bahwa masih banyak orang tua yang keliru dalam memprioritaskan jenis makanan untuk batita.

Rumah Zakat Malang - 2

"Banyak orang tua merasa cukup jika anaknya sudah kenyang dengan nasi dan camilan manis. Padahal, balita sangat membutuhkan protein hewani seperti telur, ikan, dan daging untuk pertumbuhan sel-sel otak dan tubuh mereka. Porsinya pun harus pas, tidak kurang dan tidak berlebihan," ujar Ibu Hani Febrianti.

Dalam sosialisasi tersebut, para peserta diberikan panduan praktis mengenai "Isi Piringku" untuk anak usia 6 Bulan, 9 Bulan dan diatas 1 tahun yang membagi piring makan menjadi tiga bagian utama: Makanan Pokok (karbohidrat), Lauk-Pauk (sumber protein), serta Sayur dan Buah (sumber vitamin dan mineral).

Rumah Zakat Malang - 1

Selain pemaparan materi, acara ini juga dilengkapi dengan sesi simulasi interaktif. Para ibu diajak langsung mempraktikkan cara menakar porsi makan harian menggunakan replika makanan (food model). Edukasi ini diharapkan dapat menghilangkan kebiasaan GTM (Gerakan Tutup Mulut) pada anak melalui variasi menu yang menarik dan bergizi seimbang.

Tri Yuli selaku tim penyalur dari Rumah Zakat Malang, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti di sini. "Rumah Zakat Malang berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan berkala melalui kader Posyandu agar pola asuh makan yang benar ini benar-benar diterapkan di setiap rumah tangga," pungkasnya.

Melalui sinergi antara edukasi yang tepat dan kepedulian orang tua, diharapkan angka malnutrisi pada batita dapat ditekan secara signifikan demi mewujudkan  generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow