Bupati Warsubi Tekankan Integritas Petugas saat Buka Pelatihan Sensus Ekonomi 2026
Bupati Jombang Warsubi mendukung suksesnya agenda nasional Sensus Ekonomi (SE) 2026 karena pemetaan ekonomi penting untuk menentukan intervensi kebijakan dan insentif usaha yang tepat sasaran.
JOMBANG - Pemerintah Kabupaten Jombang (Pemkab Jombang) menegaskan komitmen penuh dalam mendukung suksesnya agenda nasional Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jombang Warsubi saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Jombang di Hotel Yusro Jombang, Jumat (29/5/2026).
Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Bupati Warsubi didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jombang, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jombang Mouna Sri Wahyuni Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jombang.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang digelar setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret kondisi riil perekonomian, khususnya sektor non-pertanian.
Menurutnya, data yang dihasilkan nantinya akan menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah maupun nasional untuk satu dekade mendatang.
“Kami menyadari keberhasilan sensus ini berada di tangan para petugas lapangan sebagai ujung tombak. Data SE 2026 yang berkualitas akan menjadi landasan perencanaan pembangunan yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jombang,” ujar Warsubi.
Bupati juga memberikan pesan khusus kepada seluruh petugas sensus agar menjaga profesionalisme, kejujuran, serta integritas selama menjalankan tugas di lapangan. Ia menekankan pentingnya pendataan yang dilakukan secara langsung dan akurat tanpa rekayasa data.
“Jangan memanipulasi atau memperkirakan data di atas meja tanpa verifikasi langsung kepada responden. Petugas harus turun langsung ke lapangan dan bekerja secara profesional,” tegasnya.
Selain itu, Warsubi juga meminta para petugas menjaga sikap ramah dan santun kepada masyarakat serta memanfaatkan masa pelatihan secara maksimal agar mampu mengoperasikan perangkat pencacahan dengan baik.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Jombang Mouna Sri Wahyuni menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting karena lanskap ekonomi mengalami perubahan signifikan dalam sepuluh tahun terakhir, terutama setelah pandemi Covid-19 yang mendorong percepatan digitalisasi ekonomi serta pertumbuhan industri kreatif dan UMKM baru di Jombang.
“Data ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi menjadi pijakan dan kompas kebijakan. Terlebih Kabupaten Jombang saat ini tengah menyiapkan kawasan industri baru sehingga pemetaan ekonomi menjadi sangat penting untuk menentukan intervensi kebijakan dan insentif usaha yang tepat sasaran,” jelas Mouna.
Ia juga mengingatkan seluruh calon petugas sensus agar bekerja dengan hati dan menghindari praktik survei asal-asalan.
“Jaga integritas. Catat apa adanya, bukan ada apanya. Saya tidak ingin ada petugas yang mengira-ngira data di atas meja. Datangi langsung responden, gali data berkualitas dengan komunikasi yang baik dan keramahan khas Kota Santri,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, BPS Jombang turut mengapresiasi dukungan pengamanan dari Polres Jombang dan Kodim Jombang guna menjamin keamanan para petugas saat melakukan pendataan di kawasan ekonomi maupun permukiman warga.
Ketua Panitia Pelatihan, Amat Alamin Wafa, menjelaskan bahwa pelatihan dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Metode pelatihan dilakukan secara hybrid melalui Learning Management System (LMS) dan tatap muka langsung yang berlangsung mulai 29 Mei hingga 12 Juni 2026.
“Total peserta pelatihan mencapai 1.217 orang yang terbagi dalam 48 kelas dan dilaksanakan dalam lima gelombang. Untuk gelombang pertama hari ini diikuti 255 peserta yang terbagi dalam 10 kelas,” jelas Amat.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan petugas sensus yang kompeten, terlatih, dan profesional demi menghasilkan data ekonomi yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui pelatihan intensif ini kami berharap lahir petugas lapangan yang handal sehingga mampu menghasilkan data Indonesia yang akurat dan berkualitas tinggi,” ucapnya. (adv)
Apa Reaksi Anda?