Belum Meluncur, Roket AS New Glenn Meledak
Roket AS New Glenn Milik Blue Origin meledak hebat menjadi bola api raksasa saat uji pra-peluncuran dari landasan peluncuran di Florida
MALANG - Detik detik roket AS New Glenn bersiap melakukan uji coba pembakaran mesin "hotfire".(FOTO: New York Post)
Roket AS New Glenn Milik Blue Origin meledak hebat menjadi bola api raksasa saat uji pra-peluncuran dari landasan peluncuran di Florida, Kamis (28/6/2026) malam.
Ini menjadi kemunduran besar bagi perusahaan tersebut, dan bagi rencana NASA untuk mendarat di bulan.
Dalam insiden itu tidak dilaporkan adanya korban jiwa, meski bola api menyentuh beberapa bangunan di sekitarnya.
Rekaman langsung terlihat roket raksasa tersebut meledak menjadi bola api besar di awal uji coba sekitar pukul 9 malam, dan perusahaan milik Jeff Bezos itu menegaskan bahwa tidak ada laporan cedera akibat kejadian tersebut.
"Kami mengalami anomali selama uji coba pembakaran hari ini," cuit Blue Origin pada Kamis malam.
"Seluruh personel telah dipastikan keberadaannya. Kami akan memberikan informasi terbaru seiring dengan perkembangan situasi," tulisnya kemudian.
"Masih terlalu dini untuk mengetahui akar penyebabnya, tetapi kami sudah berupaya untuk menemukannya," cuit Bezos seperti dilansir New York Post.
"Hari yang sangat berat, tetapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun kembali dan kembali terbang. Ini sepadan," ujarnya
New Glenn telah dikembangkan selama satu dekade dan menelan biaya miliaran dolar dalam upaya untuk menyaingi armada SpaceX milik Elon Musk dan Starship-nya yang lebih canggih.
Roket Glenn dinamai berdasarkan nama astronot NASA terkenal, John Glenn
"Sangat disayangkan. Roket itu sulit dibuat," cuit Musk saat menanggapi video insiden tersebut.
Administrator NASA, Jared Isaacman tadi malam mengatakan, bahwa badan antariksa tersebut menyadari adanya "anomali" di Kompleks Peluncuran 36 dan berjanji untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap ledakan tersebut.
"Penerbangan luar angkasa itu tidak kenal ampun, dan mengembangkan kemampuan peluncuran muatan berat yang baru sangatlah sulit," katanya.
"Kami akan bekerja sama dengan mitra kami untuk mendukung investigasi menyeluruh terhadap anomali ini, menilai dampak misi jangka pendek, dan kembali meluncurkan roket. Kami akan memberikan informasi tentang dampak apa pun terhadap program Artemis dan Pangkalan Bulan segera setelah tersedia," ujarnya.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengatakan bahwa uji coba di Cape Canaveral, Florida itu tidak termasuk dalam lingkup kegiatan yang diizinkan oleh FAA.
"Tidak ada dampak terhadap lalu lintas udara," kata seorang perwakilan badan tersebut.
Menurut New York Times, roket tersebut sedang mempersiapkan peluncuran yang akan membawa 48 satelit untuk konstelasi internet Amazon.
"Saya bersyukur tidak ada laporan cedera dan berterima kasih kepada para petugas tanggap darurat, insinyur, dan kru peluncuran yang bertindak cepat,” cuit Anggota DPR, Mike Haridopolos, seorang Republikan dari Florida yang daerah pemilihannya meliputi kompleks luar angkasa tersebut.
Blue Origin, yang didirikan oleh Jeff Bezos dari Amazon pada tahun 2000, melihat New Glenn yang setinggi 320 kaki (98 meter) sebagai andalan peluncurannya, sebuah roket dahsyat yang akan membantu umat manusia membangun pijakan di luar angkasa.
New Glenn adalah wahana roket untuk Blue Moon milik Blue Origin, salah satu dari dua wahana swasta (bersama dengan Starship milik SpaceX ) yang dipilih NASA untuk mendaratkan astronot di bulan untuk program Artemisnya.
Badan tersebut juga mengumumkan awal pekan ini, bahwa Blue Moon akan mendaratkan dua robot penjelajah bulan swasta di permukaan bulan, sebuah misi yang sangat penting untuk pembangunan pangkalan bulan NASA yang direncanakan di dekat kutub selatan.
Badan tersebut menginginkan setidaknya satu dari robot penjelajah tersebut berada di bulan sebelum misi Artemis berawak pertama (Artemis 4) mendarat, sebuah tonggak penting yang ditargetkan pada akhir tahun 2028.
Blue Moon seharusnya menuju bulan jauh lebih cepat dari itu. Blue Origin sedang bersiap untuk mengirim prototipe robotik kendaraan tersebut, yang disebut Blue Moon Mark 1, ke permukaan bulan akhir tahun ini, untuk mendemonstrasikan kemampuan kendaraan tersebut.
Hingga saat ini, New Glenn baru terbang tiga kali, dan segala sesuatunya tidak selalu berjalan mulus. Contohnya, Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) sempat melarang roket tersebut terbang setelah penerbangan ketiganya, yang terjadi pada 19 April. Selama misi tersebut, New Glenn gagal menempatkan muatannya, satelit komunikasi BlueBird 7, ke orbit yang tepat.
Ledakan New Glenn tadi malam terjadi selama uji coba mesin "hotfire" yang dimaksudkan untuk membersihkan jalur bagi penerbangan keempat New Glenn, yang seharusnya menempatkan 49 satelit untuk konstelasi broadband Amazon yang baru. Misi itu dijadwalkan terbang pada 4 Juni.
Saat ini, LC-36 adalah satu-satunya landasan peluncuran yang digunakan untuk roket New Glenn, sehingga kerusakan parah pada landasan tersebut kemungkinan akan membuat roket tersebut tidak dapat diluncurkan untuk sementara waktu. (*)
Apa Reaksi Anda?