Bupati Majalengka Temukan Dugaan Pengurangan Porsi MBG, Tegaskan Hak Gizi Anak Tak Boleh Dikurangi

Bupati Majalengka Eman Suherman soroti dugaan ketidaksesuaian standar Program Makan Bergizi Gratis dan tegaskan SPPG wajib amanah, jujur, transparan demi hak gizi anak.

Mei 29, 2026 - 21:31
Bupati Majalengka Temukan Dugaan Pengurangan Porsi MBG, Tegaskan Hak Gizi Anak Tak Boleh Dikurangi

MAJALENGKA - Bupati Majalengka H. Eman Suherman menyoroti dugaan ketidaksesuaian standar anggaran dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Temuan tersebut muncul saat Bupati Eman melakukan peninjauan langsung ke salah satu sekolah di wilayah Kabupaten Majalengka.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati menemukan menu MBG yang diduga tidak sesuai dengan standar takaran dan kualitas sebagaimana ketentuan program yang telah ditetapkan pemerintah.

Kondisi itu langsung mendapat perhatian serius karena program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

Melalui pernyataan yang dikutip dari akun Instagram pribadinya, Eman Suherman, Jumat (29/5/2026), menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, termasuk mitra dan yayasan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), harus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

"Saya selalu mengingatkan dan menegaskan kepada setiap mitra maupun yayasan di setiap SPPG dalam pelaksanaan Program MBG agar selalu amanah dan tidak mengurangi takaran yang telah ditetapkan," ujar Eman Suherman.

Menurutnya, Program MBG merupakan kebijakan besar yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia. Karena itu, pelaksanaannya tidak boleh disalahgunakan ataupun dijalankan secara asal-asalan.

"Program MBG merupakan program luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia," katanya.

Bupati juga mengingatkan bahwa hak anak-anak untuk mendapatkan makanan bergizi tidak boleh dikurangi demi kepentingan apa pun. Ia menilai program tersebut menyangkut masa depan generasi bangsa sehingga seluruh pelaksana wajib menjaga integritas dan kejujuran.

"Jangan sampai hak anak-anak yang masih suci dan belum memiliki dosa justru dikurangi atau tidak diberikan sebagaimana mestinya," tegasnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal keras bagi seluruh pelaksana program MBG di Kabupaten Majalengka agar tidak bermain-main dengan anggaran maupun kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

Pemerintah Kabupaten Majalengka pun meminta seluruh SPPG menjalankan Program MBG secara profesional, transparan, dan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat demi memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

"Saya memohon kepada seluruh SPPG, khususnya di Kabupaten Majalengka, agar menjalankan Program MBG ini dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan amanah demi masa depan generasi bangsa yang lebih baik," ujar Eman Suherman.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan kecukupan gizi anak-anak sekolah di Indonesia. Karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaannya dinilai menjadi hal penting agar tujuan program tidak melenceng dari harapan pemerintah dan masyarakat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow