Bupati Jember Lantik Direksi Baru PDP Kahyangan: Jangan Antikritik

Bupati Jember Muhammad Fawait melantik jajaran direksi baru Perumda Perkebunan (PDP) Kahyangan di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (13/5/2026).

Mei 14, 2026 - 08:00
Bupati Jember Lantik Direksi Baru PDP Kahyangan: Jangan Antikritik

JEMBER - Bupati Jember Muhammad Fawait melantik jajaran direksi baru Perumda Perkebunan (PDP) Kahyangan di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (13/5/2026).

Mereka yang dilantik yakni​ Gogot Cahyo Baskoro sebagai Direktur Utama; Dima Akhyar sebagai Direktur Umum dan Keuangan); dan Nyoman Ariwibowo sebagai Direktur Produksi, Pemasaran, dan Pengembangan.​

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Pj Sekda Jember Fauzi, kepala OPD, serta berbagai perwakilan sektor perbankan dan BUMN.

​Dalam arahannya, Fawait menegaskan bahwa PDP Kahyangan memiliki mandat yang lebih besar daripada sekadar mengejar laba.

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perusahaan ini harus menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya bagi warga di pelosok desa, kawasan hutan, dan pesisir.

​"PDP bukan sekadar perusahaan yang mengejar profit murni layaknya swasta. Peran utamanya adalah sebagai pengungkit ekonomi masyarakat," tegas Fawait.

​Ia secara khusus menitipkan pesan agar manajemen baru memberikan perhatian ekstra terhadap kesejahteraan para buruh kebun dan petani di sekitar lahan milik perusahaan.

Menurutnya, PDP harus menjadi solusi bagi pengentasan kemiskinan di Jember.

​Menariknya, ketiga direktur terpilih memiliki latar belakang sebagai aktivis.

Fawait menilai mentalitas aktivis sangat dibutuhkan untuk membawa perubahan.

Karakter yang berani, adaptif terhadap tekanan, serta kemampuan berpikir kritis menjadi modal utama mereka.

​Dia berpesan agar para direksi tidak antikritik. "Kalau ada yang mengkritik, cukup berikan senyuman dan doa. Buktikan kualitas kalian melalui data dan performa nyata yang nantinya akan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS)," tambahnya.

​Menatap masa depan, Fawait mendorong PDP Kahyangan untuk menangkap peluang dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di Jember sendiri, diprediksi terdapat sekitar 400 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan nilai perputaran ekonomi fantastis mencapai Rp4,6 triliun.

​PDP Kahyangan diharapkan mampu menjadi pemasok utama bahan baku pangan bagi program tersebut, sehingga rantai pasoknya tetap berputar di dalam daerah sendiri.

​"Saya optimistis, di bawah kendali tiga nahkoda baru ini, PDP akan jauh lebih progresif, karyawannya makin sejahtera, dan kontribusi terhadap pengurangan angka kemiskinan di Jember semakin nyata," pungkas Fawait. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow