Bulog Bondowoso Lampaui Target Serapan Gabah, Stok Tembus 101 Persen

Kinerja penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog Kantor Cabang Bondowoso melampaui ekspektasi. Hingga 17 Mei 2026, realisasi serapan bahkan sudah menembus sekitar 101 persen dari target tahunan yang d

Mei 19, 2026 - 13:31
Bulog Bondowoso Lampaui Target Serapan Gabah, Stok Tembus 101 Persen

BONDOWOSO - Kinerja penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog Kantor Cabang Bondowoso melampaui ekspektasi. Hingga 17 Mei 2026, realisasi serapan bahkan sudah menembus sekitar 101 persen dari target tahunan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Target awal penyerapan sebesar 65 ribu ton setara beras kini telah terlampaui, meski musim panen di sejumlah wilayah diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Kepala Perum Bulog Bondowoso, Eko Yudi Miranto menyampaikan, capaian tersebut menjadi hasil dari optimalisasi penyerapan gabah petani yang dilakukan sejak awal musim panen.

“Per tanggal 17 Mei kemarin, penyerapan di Bulog Bondowoso sudah sekitar 101 persen. Artinya target setahun sebesar 65 ribu ton setara beras sudah terlampaui,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Meski target telah terlampaui, Bulog memastikan penyerapan gabah tetap berjalan. Selama harga jual petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Bulog wajib melakukan pembelian.

Saat ini, pemerintah masih menetapkan HPP gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dan belum ada perubahan harga baru.

“Kalau HPP masih Rp6.500 dan petani menjual sesuai ketentuan itu, maka tetap kami serap,” katanya.

Untuk menopang kelancaran distribusi dan penyimpanan hasil serapan, Bulog Bondowoso mengandalkan sejumlah fasilitas pergudangan. 

Selain gudang utama di Kompleks Pergudangan Kembang Bondowoso, tersedia pula gudang di wilayah Situbondo, yakni Klatakan dan Arjasa.

Penyerapan gabah juga dilakukan merata di seluruh wilayah kerja tanpa memusatkan perhatian pada kecamatan tertentu. Informasi mengenai lokasi panen diperoleh dari jaringan lapangan seperti penyuluh pertanian, Babinsa hingga jurnalis pertanian.

Menurut Eko, proses penyerapan tahun ini berjalan lebih lancar dibanding musim sebelumnya. Sosialisasi yang dilakukan sejak tahun lalu membuat petani mulai memahami mekanisme penjualan gabah ke Bulog, termasuk sistem pembelian langsung di lokasi panen.

“Petani sekarang sudah tahu bahwa Bulog membeli gabah kering panen langsung di pinggir jalan dan dalam karung. Jadi pelaksanaannya jauh lebih lancar,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pertanian, potensi panen di wilayah kerja Bulog Bondowoso diperkirakan masih akan berlangsung hingga September bahkan Oktober 2026. (*)
 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow