Benchmarking ke UNS, Prodi PPB Polbangtan Malang Perkuat Langkah Menuju Akreditasi Unggul

Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) Jurusan Pertanian Politeknik Pembangunan Pertanian Malang melakukan benchmarking ke Universitas Negeri Sebelas Maret.

Mei 19, 2026 - 14:00
Benchmarking ke UNS, Prodi PPB Polbangtan Malang Perkuat Langkah Menuju Akreditasi Unggul

MALANG - Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) Jurusan Pertanian Politeknik Pembangunan Pertanian Malang melaksanakan kegiatan benchmarking ke Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian Universitas Negeri Sebelas Maret pada Senin (11/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kurikulum, peningkatan mutu pembelajaran, serta penguatan strategi menuju akreditasi unggul.

Benchmarking tersebut bertujuan menggali berbagai praktik baik (best practices) dalam pengelolaan program studi, sistem penjaminan mutu, implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), hingga strategi peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat internasional.

Delegasi Polbangtan Malang dipimpin oleh Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan sekaligus Ketua Jurusan Pertanian,  Rika Despita, didampingi Sekretaris Jurusan Pertanian Niken Rani Wandansari,  Dosen Prodi PPB  Suryaman Sule, Gugus Kendali Mutu Prodi PPB Farida Febriyanti, serta Admin Jurusan Pertanian Zai’dah Nur Azizah, 

Kegiatan benchmarking diterima langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian UNS Samanhudi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Agung Wibowo, Ketua Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian  Emi Widiyantibeserta dosen dan tim penjaminan mutu Fakultas Pertanian UNS.

Dalam sambutannya, Dr. Rika Despita menyampaikan profil singkat Prodi PPB Polbangtan Malang sebagai program studi sarjana terapan (D4) dengan jumlah mahasiswa sekitar 250–300 orang dan masa studi empat tahun menggunakan sistem paket. Ia menjelaskan bahwa kurikulum Prodi PPB mengintegrasikan kompetensi penyuluhan dan teknis pertanian dengan berpedoman pada kebijakan Kementerian Pertanian serta Kementerian Pendidikan Tinggi.

Polbangtan Malang

“Melalui benchmarking ini, kami ingin belajar terkait pengembangan kurikulum berbasis OBE, sistem penjaminan mutu, serta langkah strategis menuju akreditasi unggul,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UNS Prof. Samanhudi memaparkan perkembangan Fakultas Pertanian UNS yang saat ini memiliki tujuh program studi sarjana dengan status unggul, serta program magister dan doktoral yang terus berkembang. Ia juga menyampaikan kesiapan UNS untuk berkolaborasi dengan Polbangtan Malang dalam berbagai program pengembangan pendidikan dan penguatan sumber daya manusia pertanian.

“Kolaborasi antarlembaga menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi pertanian, termasuk dalam mendukung program-program pemerintah,” ungkapnya.

Pada sesi pemaparan, Ketua Prodi PKP UNS Dr. Emi Widiyanti menjelaskan visi dan misi Prodi PKP dengan slogan “PKP Bright”, termasuk profil lulusan yang diarahkan menjadi penyuluh, fasilitator pemberdayaan masyarakat, pengelola organisasi bisnis dan nonbisnis, akademisi, hingga wirausahawan.

Ia juga menjelaskan bahwa Prodi PKP saat ini menjalankan dua kurikulum sekaligus, yakni kurikulum 2021 dan 2025, dengan tantangan utama pada integrasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Selain itu, UNS telah mengembangkan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran seperti studio podcast, studio produksi multimedia, serta Bright Corner sebagai laboratorium kewirausahaan mahasiswa.

Dalam bidang penjaminan mutu, Audit Mutu Internal (AMI) di Prodi PKP telah menggunakan indikator berbasis LAM-PTIP sebagai persiapan menuju akreditasi unggul.

Melalui kegiatan ini, kedua institusi juga menjajaki peluang kerja sama strategis, di antaranya kolaborasi penelitian dan publikasi jurnal internasional, kompetisi mahasiswa tingkat internasional, program kuliah bersama lintas perguruan tinggi melalui zoom meeting, hingga penyusunan buku monograf bersama.

Sebagai tindak lanjut, Polbangtan Malang akan mengintegrasikan sistem penilaian dosen dengan SIAKAD dan mewajibkan pengisian kuesioner mahasiswa sebelum akses KHS. Selain itu, Prodi PPB juga akan menyusun CPL yang lebih ringkas sesuai prinsip OBE, maksimal enam CPL.

Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Polbangtan Malang berharap dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola program studi, mutu pembelajaran, serta daya saing lulusan. (*) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow